Komisi VII Panggil Menteri Jonan Bahas Listrik hingga Freeport

Feby Novalius, Jurnalis · Rabu 30 Mei 2018 11:36 WIB
https: img.okezone.com content 2018 05 30 320 1904385 komisi-vii-panggil-menteri-jonan-bahas-listrik-hingga-freeport-5cSIxUPfZv.jpg Foto: Raker Komisi VII dengan Menteri ESDM Ignasius Jonan (Feby/Okezone)

JAKARTA - Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menggelar rapat kerja (raker) dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dengan agenda realisasi kinerja sektor energi pada kuartal I hingga update mengenai negosiasi divestasi 51% saham PT Freeport Indonesia.

Pantauan Okezone, Rabu (30/5/2018), sudah hadir seluruh eselon I Kementerian ESDM seperti Sekretaris Jenderal Ego Syahrial, Direktur Jenderal Minerba Bambang Gatot Aryono, Direktur Jenderal EBTKE Rida Mulyana dan jajaran pejabat lainnya.

Pada pukul 11.20 WIB, Menteri ESDM Ignasius Jonan bersama Wakil ESDM Arcandra Tahar tiba di ruang rapat Komisi VII. Selain itu, rapat juga dihadiri direksi PT PLN (Persero) dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk.

"Hari ini kita akan mendengar mengenai hasil evaluasi kinerja ESDM, penjelasan lima keputusan menteri terkait UU Minerba, penjelasan perundingan Freeport, perkembangan pembangkit listrik EBT," tutur Ketua Komisi VII Gus Irawan Pasaribu, Gedung DPR, Jakarta, Rabu (30/5/2018).

 

Sebelumnya, progres divestasi 51% saham PT Freeport Indonesia (PTFI) dalam waktu dekat akan selesai. Hal ini dipastikan oleh Direktur Utama PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau Inalum Budi Gunadi Sadikin.

Inalum sendiri induk usaha holding BUMN pertambangan yang ditugasi pemerintah untuk membeli divestasi 51% saham Freepport.

Apalagi, CEO Freeport McMoran Inc, Richard Adkerson mendatangi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk bertemu Menteri ESDM Ignasius Jonan pada Jumat 18 Mei 2018.

 

Pertemuan ini dibenarkan oleh Budi. Namun, Budi enggan membocorkan pembicaraan secara gamblang hasil pertemuan Adkerson dengan Menteri ESDM.

“Jadi Adkerson memang ada di Jakarta. Sudah bertemu dengan saya, sudah ngopi bareng. Soal divestasi, progress-nya bagus," kata Budi di Hotel Mulia, Jakarta, Jumat 18 Mei 2018.

Memang diakui dirinya, pertanyaan-pertanyaan soal divestasi 51% saham Freeport akan terus dicecar. Sebab, proses divestasi ini molor dari target yang ditentukan Presiden Jokowi yakni April 2018.

“Saya sudah tanda tangan non-disclosure agreement. Jadi enggak boleh bicara, nanti saya kena (sanksi),” ujarnya.

 

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini