nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

IPO, Mahkota Group Buka Harga Saham Rp200-Rp250

Agregasi Sindonews.com, Jurnalis · Jum'at 22 Juni 2018 16:01 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 06 22 278 1912791 ipo-mahkota-group-buka-harga-saham-rp200-rp250-d60JOYy00J.jpg Ilustrasi: Foto Shutterstock

JAKARTA - PT Mahkota Group berencana untuk melakukan penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) sebanyak 703,68 juta saham atau 20% dari total modal ditempatkan dan disetor penuh. Adapun harga yang ditawarkan antara Rp200-Rp250 per lembar saham.

Direktur Utama Mahkota Group Usli Sarsi mengungkapkan, seluruh dana yang diperoleh perseroan dari hasil penawaran umum saham perdana setelah dikurangi biaya-biaya emisi, sekitar 60% akan digunakan untuk pengembangan industri hilir melalui investasi ke entitas anak PT Mutiara Unggul Lestari yaitu PT Intan Sejati Andalan.

Sementara, 40% akan digunakan untuk modal kerja ke entitas anak yaitu PT Mutiara Unggul Lestari, PT Berlian lnti Mekar dan PT Intan Sejati Andalan. "Seluruhnya untuk pengembangan usaha," ujarnya di Jakarta, Jumat (22/6/2018).

 Alami Penguatan Hampir Sepanjang Hari, IHSG Justru Terus Melemah di Akhir Perdagangan

PT Panin Sekuritas telah ditunjuk sebagai penjamin pelaksana emisi dalam penawaran umum saham perdana perseroan yang akan dilaksanakan pada awal Juli 2018.

"Pekan depan, kami lakukan penawaran umum. Kami IPO untuk dapat akses permodalan yang selama ini dari perbankan, lalu ke pemegang saham publik dan untuk meningkatkan tata kelola perusahaan," tutur Usli.

 Alhamdulillah, Perdagangan IHSG Awal Pekan Dibuka Menguat 6,30 Poin

Usli pun optimistis akan prospek pertumbuhan perkebunan kelapa sawit yang merupakan tanaman penghasil minyak per hektar tertinggi dari semua jenis minyak nabati lainnya.

"Permintaan dunia akan meningkat. Dapat kabar Eropa sekarang sudah izinkan seluruh perusahaan boleh pakai bio diesel. Sebelumnya di-banned, sekarang sudah diizinkan karena minyak sawit kita diperlukan di dunia dengan produksi terbesar di Indonesia," katanya.

 

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini