Tapi mereka didenda karena belum menemukan alternatif yang sama untuk pengiriman barang seperti tutup plastik untuk minuman, juru bicara McDonald's India mengatakan kepada CNNMoney. McDonald's telah bergabung dengan asosiasi restoran di kawasan itu untuk meminta pengecualian dari larangan pengiriman dan pesanan takeaway, tambah juru bicara itu.
Starbucks yang menjalankan tokonya di India melalui usaha patungan dengan Tata Group, menolak berkomentar secara khusus tentang denda atau larangan Maharashtra. Tapi juru bicara Tata Starbucks mengatakan, perusahaan berkomitmen untuk kelestarian lingkungan dan sudah menggunakan kantong kertas, sedotan biodegradable dan alat pemotong kayu di gerai India.
"Kami mematuhi hukum dan peraturan setempat di setiap pasar tempat kami beroperasi," tambah juru bicara itu.
Denda untuk melanggar larangan itu kecil untuk perusahaan global. Mereka mulai dari 5.000 rupee (USD73) untuk pelanggar pertama kalinya, naik menjadi 25.000 rupee (USD367) untuk pelanggaran berikutnya. Pelanggar bersyarat bisa menghadapi hukuman penjara.