Luhut menyatakan, saat rapat dengan pengusaha muda di kantornya, tak ada pembahasan mengenai depresiasi Rupiah. Di mana penguasaha dinilai tak meributkan pelemahan Rupiah.
"Enggak ada (pembahasan Rupiah melemah). Mereka happy-happy saja, masih tetap investasi. Mereka kan liat fundamental ekonomi Indonesia bagus" katanya.
Sementara itu, di kesempatan yang sama Deputi I Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim Kemenko Kemaritiman Purbaya Yudhi Sadewa menambahkan, tekanan Rupiah berdampak dari perang dagang AS-China dimana perekonomian global turut tertekan.

Kondisi ini pun diantisipasi pasar dengan melihat kondisi Indonesia yang terdampak dari pelemahan global seperti yang pernah terjadi di tahun 1998. Kendati demikian perekonomian domestik dinilai baik, serta belajar dari krisis global tahun 2008 dimana Indonesia mampu bertahan, hal itu pun diyakini pada kondisi saat ini.
"Saya pikir pengetahuan kita sudah cukup untuk mengatasi global ekonomi fluktuasi yang sekarang dan perlu dicatat juga ekspor kita ke PDB cuma 20%, hampir 80% ekonomi kita domestik. Jadi fokus kita adalah menjaga ekonomi domestik supaya tetap tumbuh," paparnya.