Kenaikan Suku Bunga Selamatkan Rupiah dari Tekanan Dolar AS

Ulfa Arieza, Jurnalis · Jum'at 29 Juni 2018 21:27 WIB
https: img.okezone.com content 2018 06 29 278 1915851 kenaikan-suku-bunga-selamatkan-rupiah-dari-tekanan-dolar-as-xZMvQWESvw.jpg Ilustrasi: Foto Shutterstock

JAKARTA - Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) pada 28-29 Juni 2018 memutuskan untuk menaikkan 50 basis points (bps) 7-Day Reverse Repo Rate (BI 7-Day RR Rate). Suku bunga acuan kini berada di level 5,25% dari 4,75%.

Keputusan bank sentral yang sifatnya ahead the curve ini diyakini dapat mengurangi tekanan nilai tukar Rupiah atas Dolar Amerika Serikat (AS) yang merosot cukup dalam kemarin.

Analis Binaartha Sekuritas Nafan Aji mengatakan, kenaikan suku bunga diyakini akan memberikan katalis positif bagi stabilitas Rupiah dalam menghadapi tantangan eksternal yang begitu kompleks.

"Misalnya terkait dengan rencana kenaikan suku bunga The Fed serta sentimen perang dagang yang semakin meluas," kata dia kepada Okezone.

 Bank Indonesia Naikkan Suku Bunga Acuan  50 Basis Poin Menjadi 5,25 persen

Selain itu, kenaikan suku bunga ini juga mendapatkan sambutan hangat di pasar modal. Investor mempercayai kekuatan Rupiah akan segera pulih, sehingga mereka kembali mempercayakan investasinya di pasar modal.

Sore ini, setelah pengumuman kenakan suku bunga BI, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melesat 131,91 poin atau 2,3% ke level 5.799,23. Padahal perdagangan kemarin, IHSG turun 120,23 poin atau 2,07% ke 5.667,31.

"Selain karena faktor technical rebound, adapun penguatan IHSG lebih dipengaruhi oleh euforia para pelaku pasar terhadap hasil RDG BI dalam menetapkan kenaikan BI 7-Day Repo Rate sebesar 50 bps," imbuh Nafan.

 Bank Indonesia Naikkan Suku Bunga Acuan  50 Basis Poin Menjadi 5,25 persen

Selain sentimen suku bunga, pergantian direksi baru Bursa Efek Indonesia (BEI) dikatakan Nafan juga direspon positif oleh para pelaku pasar. Oleh sebab itu, meskipun ada kenaikan suku bunga dia meyakini kinerja dari pergerakan harga saham bisa melampaui deposito.

"Pasar saham sangat volatil sehingga menarik minat para pelaku pasar untuk mendapatkan profit gain," tukas dia.

 

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini