Keputusan BI ini di luar dugaan sebab banyak analis yang memprediksi bank sentral hanya menaikan suku bunga acuan sebesar 25 bps. Sebelumnya, BI sudah memberikan sinyal kenaikan suku bunga acuan pada RDG bulan Juni. Kenaikan ini diyakini jadi kebutuhan Bank Sentral untuk memberi sentimen positif stabilisasi nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS).
Pasalnya Rupiah terus tertekan dalam beberapa pekan terakhir hingga menyentuh level Rp14.400 per USD. "Akan terlalu berisiko kalau BI tidak menaikkan suku bunga," ujar Direktur Riset Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Pieter Abdullah Redjalam kepada Okezone.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.