nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kepala BKF: Ekonomi RI Dipengaruhi The Fed hingga Perang Dagang

Giri Hartomo, Jurnalis · Senin 02 Juli 2018 12:31 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 07 02 20 1916570 kepala-bkf-ekonomi-ri-dipengaruhi-the-fed-hingga-perang-dagang-TlZxClAZs9.jpg Foto: Rapat Banggar-Pemerintah (Giri/Okezone)

JAKARTA - Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) menggelar rapat panja yang dengan Pemerintah yang menghadirkan Kementerian Keuangan. Rapat panja kali ini membahas mengenai Asumsi Dasar, Kebijakan Fiskal, Pendapatan Defisit dan Pembiayaan.

Adapun pihak Kementerian Keuangan dihadiri oleh Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Suahasil Nazara, Direktur Jenderal Pajak (Dirjen Pajak) Robert Pakpahan dengan didampingi Staf Ahli Kepatuhan Perpajakan Suryo Utomo. Selain itu turut hadir juga perwakilan dari Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) dan Bank Indonesia (BI).

Berbeda dengan rapat panja yang biasanya dipimpin Ketua Badan Anggaran Aziz Syamsuddin. Pada rapat kali ini, rapat panja dipimpin oleh Wakil Ketua Banggar Said Abdullah.

 

Dalam rapat tersebut Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Suahasil Nazara mengatakan, dalam merancang asumsi makro, pemerintah juga mempertimbangkan kondisi perekonomian dunia yang sedang tidak stabil dan terus mengalami perubahan. Apalagi pengaruh dari perekonomian Amerika Serikat yang belakangan bergerak cepat.

"Kalau dilihat kondisi perekonomian saat ini maka kondisi ekonomi kita sangat dipengaruhi perubahan tingkat internasional Amerika Serikat (AS) yang bergerak cepat," ujarnya di Gedung Banggar DPR RI, Jakarta, Senin (2/7/2018).

Hal tersebut menyusul kebijakan Pemerintah Amerika Serikat dan Bank Sentral AS, The Fed yang merencanakan akan menaikkan suku bunga acuan hingga empat kali pada tahun ini. Belum lagi kebijakan pengenaan bea masuk terhadap barang barang impor asal China yang menimbulkan perang dagang.

"Dengan membaiknya ekonomi AS, The Fed mulai menaikan suku bunga agar perekonomian AS tidak over heating. Dampaknya suku bunga obligasi 10 tahun AS yang jadi benchmark kita mulai pelan-pelan naik," jelasnya.

 

Seperti diketahui, pemerintah telah menyampaikan Kerangka Ekonomi Makro dan Paket Paket Kebijakan. fiskal (KEM-PPKF) tahun anggaran. 2019 kepada DPR. Adapun beberapa asumsi dasar yang diusulkan pemerintah di tahun 2019 lebih baik dibandingkan tahun ini.

Untuk pertumbuhan ekonomi, pemerintah memperkirakan berada di angka 5,4% hingga 5,8%. Sementara untuk inflasi, diperkirakan 2,5% hingga 4,5%.

Selanjutnya untuk tingkat suku bunga SPN 3 bulan diperkirakan berada diangka 4,6% hingga 5,2%. Sementara untuk nilai tukar mata uang rupiah diperkirakan dikisaran Rp13.700 per USD hingga Rp14.000 per USD

Sementara untuk harga minyak mentah, pemerintah menargetkan berada di kisaran USD60 hingga USD70 per barel. Sedangkan lifting minyak ada di angka 722-805 ribu barel per hari, dan lifitjng gas sekitar 1,21 hingga 1,30 juta barel setara minyak

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini