nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sektor Peternakan Tak Boleh Abaikan Teknologi

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 04 Juli 2018 14:07 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 07 04 320 1917744 sektor-peternakan-tak-boleh-abaikan-teknologi-nawP0SHyQj.jpg Ilustrasi: Foto Okezone

JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) menyebut peternakan memegang peranan penting dalam mendongkrak perekonomian Indonesia. Oleh karenanya, perlu upaya pembangunan di sektor peternakan agar perekonomian Indonesia bisa tumbuh cepat.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH) Kementerian Pertanian I Ketut Diarmita mengatakan, dalam proses pembangunan penggunaan teknologi tidak bisa dikesampingkan. Apalagi di era digital seperti saat ini yang hampir semua sektor mengusung revolusi industri 4.0 (industri digital).

"Salah satu faktor yang tidak boleh kita abaikan dalam proses pembangunan, termasuk di sub sektor peternakan adalah perkembangan teknologi," ujarnya saat ditemui di Jakarta Convention Center, Jakarta, Rabu (4/7/2018).

 

Menurut Ketut, melalui teknologi produktivitas dari peternakan akan semakin meningkat. Selain itu, lewat teknologi juga akan mendorong terciptanya inovasi-inovasi yang bisa digunakan untuk masa saat ini maupun masa akan datang.

"Teknologi berperan penting bagi peningkatan produktivitas barang modal melalui inovasi yang dihasilkan," ucapnya.

Selain itu, lewat teknologi juga, tenaga kerja di sektor peternakan akan semakin meningkat kapasitas dan kemampuannya, sehingga produktivitas angkatan kerja disektor peternakan juga bisa meningkat.

Apalagi, berdasarkan data survei angkatan kerja nasional (Sakernas) Badan Pusat Statistik Indonesia (BPS) per bulan Agustus 2017, terdapat 3,84 juta tenaga kerja yang bekerja di sektor peternakan. Artinya sektor peternakan berkontribusi sebesar 3,17% terhadap tenaga kerja nasional.

 Ketika Peternak Dicium Sapi pada Tradisi Ngguyang Sapi di Embung Bunder Klaten

Sementara khusus di sektor pertanian, penyerapan tenaga kerja di sektor peternakan lebih tinggi dibandingkan kontribusi terhadap tenaga kerja nasional. Berdasarkan data tersebut, penyerapan tenaga kerja sub sektor peternakan menyerap 11,51% tenaga kerja sektor pertanian.

"Teknologi juga berperan penting dalam membantu peningkatan output per satu satuan tenaga kerja. Melalui inovasi dan teknologi, produktivitas tenaga kerja diharapkan mengalami peningkatan," jelasnya.

Ketut mempercayai, dengan adanya pemanfaatan teknologi yang maksimal dalam pembangunan di sektor peternakan, maka ekspor Indonesia akan lari kencang. Sementara jika teknologi diabaikan, maka Indonesia siap-siap akan tertinggal jauh bahkan sekalipun dengan negara tetangga seperti Malaysia hingga Thailand.

"Kita harus senantiasa tanggap terhadap perubahan cepat yang terjadi di dunia sekitar kita. Jika kita terlambat mengantisipasi, maka di masa mendatang kita hanya menjadi penonton dan pasar bagi komoditas hasil pengembangan teknologi," tegasnya.

Sebagai informasi, dalam rangka penguatan skala ekonomi dan kelembagaan peternak pemerintah juga mengupayakan serangkaian kebijakan. Seperti menggeser pola pemeliharaan sapi perorangan ke arah kelompok dengan pola perkandangan koloni sehingga memenuhi skala ekonomi.

Lalu yang kedua adalah pengembangan pola integrasi ternak tanaman, misalnya integrasi sapi-sawit. Ketiga adalah pengembangan padang penggembalaan, optimalisasi lahan ex-tambang dan kawasan padang penggembalaan di Indonesia Timur, dan yang terakhir Fasilitasi Asuransi Usaha Ternak Sapi (AUTS).

 

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini