nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Industri Fintech Makin Ramai, Ada Berbasis Agunan

ant, Jurnalis · Kamis 05 Juli 2018 08:04 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 07 05 320 1918115 industri-fintech-makin-ramai-ada-berbasis-agunan-mQP5e0vexb.jpg Ilustrasi Fintech (Foto: Betanews)

JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah memberikan izin untuk fintech berbasis agunan melalui Nomor S-280/NB.213/2018 tanggal 20 April 2018. Fintech danain juga telah terdaftar di Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo).

Apalagi, saat ini industri fintech (financial technology) di Indonesia semakin ramai, terutama yang bergerak di sektor peer to peer (P2P) lending. Unit bisnis Serba Mulia Group ini menjadi salah satu fintech yang terdaftar dari OJK. Hingga kuartal pertama 2018, baru 44 perusahaan fintech yang terdaftar di OJK.

CEO & Co-Founder Danain, Budiardjo Rustanto mengakui pasar fintech makin ramai. Untuk itu, dibutuhkan diferensiasi yang bisa membedakan Danain dengan perusahaan fintech lainnya.

“Jika P2P lending yang sudah lebih dulu hadir menawarkan pendanaan dengan tenor yang panjang dan tidak beragunan, maka Danain menjadi P2P lending beragunan pertama di Indonesia. Hal itu dapat membuat para investor merasa aman dengan investasinya,” kata dia melalui keterangan tertulis, Kamis (5/7/2018).

 

Dalam menjalankan bisnisya, kata dia, Danain menggandeng mitra PT Mas Agung Sejahtera yang merupakan salah satu perusahaan pegadaian swasta terbesar di Indonesia yang memiliki lebih dari 50 cabang. Lewat kemitraan tersebut, para peminjam dapat mengajukan pinjaman kepada mitra.

“Selanjutnya, mitra kami menyeleksi serta akan menalangi pinjaman sesuai dengan nilai yang diagunkan oleh peminjam. Saat ini, agunannya adalah emas perhiasan atau logam mulia yang harganya naik dan cenderung naik,” ujarnya.

Nantinya, data peminjam akan terkoneksi secara real time ke platform Danain untuk kemudian dapat diakses oleh pendana yang tertarik untuk memberikan pinjaman. Dana pinjaman dari investor yang tertarik tersebut akan ditransfer ke mitra pegadaian.

 

Sebagai pendatang baru, kata Budi, Danain akan menyasar para investor yang selama ini melakukan invetasi dengan cara menabung dan deposito.

“Melalui Danain, kami menawarkan mereka bunga yang lebih tinggi dibandingkan menabung dan deposito, yakni 8% dengan tingkat keamanan yang terjamin karena sifatnya beragunan dan tenor maksimal empat bulan,” ucapnya.

Selain itu, Danain juga membidik captive market yang notabene selama ini menjadi pelanggan dari Mas Agung Sejahtera. Profil peminjam yang selama ini bertransaksi di Mas Agung Sejahtera sekitar 80% merupakan Usaha Kecil Menengah (UKM) dan sisanya individu.

“Rata-rata pinjaman di kisaran Rp2 juta hingga Rp4 juta, dengan tingkat pengembalian 100% atau tidak ada kredit macet,” ucap Budi.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini