nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Realisasi Investasi Sektor Migas Baru 27%, Setara USD3,9 Miliar

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Jum'at 06 Juli 2018 18:10 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 07 06 320 1918964 realisasi-investasi-sektor-migas-baru-27-setara-usd3-9-miliar-JaACHEA8YY.jpeg SKK Migas. Foto: Yohana/Okezone

JAKARTA - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mencatatkan, nilai investasi migas pada semester I 2018 mencapai USD3,9 miliar. Angka ini meleset dari target yang sebesar USD14,2 miliar atau baru terealisasi 27%.

"Investasi migas, sekarang realisasinya USD3,9 miliar dolar atau 27% dari target," ungkap Kepala SKK Migas Amien Sunaryadi saat paparan kinerja sektor hulu migas semester-I di Gedung SKK Migas, Jakarta, Jumat (6/7/2018).

Kepala SKK Migas Amien Sunaryadi mengakui investasi hulu migas sedang menurun di tengah kenaikan harga minyak dunia. Hal disebabkan beberapa faktor, di antaranya soal proses tender.

Kilang Minyak

"Permasalahannya saat tender tadi. Saat pelelangan tender sudah dilakukan dan didapatkan pemenangnya, bukan berarti semua bisa berjalan lancar," ujar dia di Gedung SKK Migas, Jakarta, Jumat (6/7/2018).

Dia menjelaskan, seperti proyek yang dikerjakan oleh KKKS (Kontraktor Kontrak Kerja Sama) Husky-CNOOC Madura Limited (HCML), di mana mereka sudah setuju untuk investasi dengan cara sewa kapal Floating Processing Unit. Namun, tender sewa kapal gagal karena ada prosedur yang salah.

"Di tender pertama gagal, waktu itu saya perintahkan ulang karena ada prosedur salah. Di samping itu kapalnya sudah ada izin. Saya kan enggak mau. Saya maunya bangun kapal di Indonesia. Ini kan jadi mundur," katanya.

Kemudian tender pun kembali diulang dan didapatkan pemenang baru yaitu konsorsium. Kendati demikian, masalah timbul karena salah satu anggota konsorsium tidak bisa lanjut menjalankan proyek sebab tengah diperiksa oleh kepolisian terkait lahan atau sangkaan.

Kilang Minyak

Kondisi ini pun membuat perbankan enggan menyalurkan kredit dan menghambat investasi. Padahal semua uang yang masuk ke kas negara dari sektor hulu migas berasal dari kantong KKKS.

“Kalau anggotanya enggak bisa lanjutkan dikasih ke pemenang tender 2 dan mulai persiapan desain. Ini berhubungan dengan financial institution. Pada saat itu mereka dipanggil kepolisian karena ada sangkaan, biasanya bank enggak ada yang mau support. Jadi mundur lagi. Mundur-mundur seperti itu (investasinya),” jelasnya.

Selain itu, lanjut Amien, pembebasan lahan juga menghambat investasi. Maka, investasi tahun ini diperkirakan tidak akan mencapai target. Adapun Outlook investasi di sektor migas hingga akhir tahun sekitar 78% atau USD11,1 miliar.

"Jadi investasi belum tercapai. Ini bukan investasi batal, tapi schedule geser. Jadi belum terealisasi," katanya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini