nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mendag Kumpulkan Pengusaha hingga Peternak Bahas Penyebab Mahalnya Harga Telur

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Jum'at 13 Juli 2018 20:22 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 07 13 320 1922137 mendag-kumpulkan-pengusaha-hingga-peternak-bahas-penyebab-mahalnya-harga-telur-YY3aTmtFjx.jpg Foto: Mendag Bahas Harga Telur Ayam (Yohana/Okezone)

JAKARTA - Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita akan mengumpulkan seluruh stakeholder untuk membahas persoalan kenaikan harga telur. Pertemuan ini akan dilakukan pada Senin, 16 Juli 2018, mendatang. Di mana akan dilakukan evaluasi terkait penyebab kenaikan harga komoditas tersebut.

"Senin setelah kami undang seluruh stakeholder peternak, penjual pakan yang besar dan kecil untuk dibahas dan evaluasi (kenaikan harga)," ujar Enggar saat konferensi pers di Gedung Kemendag, Jakarta, Jumat (13/7/2018).

 

Menurutnya, dengan duduk bersama seluruh stakeholder diharapkan mendapat data yang valid dan lengkap terkait permasalahan tersebut. Pasalnya, dia menduga kenaikan harga tak hanya soal dari pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS, di mana peternak memang impor pakan.

“Apakah benar karena nilai tukar? Ada kontribusinya pasti tapi bukan satu-satunya itu. Saya enggak mau jawab sekarang karena validitasnya diragukan. Senin saja setelah bertemu seluruh stakeholder,” katanya.

 

Seperti diketahui harga telur dan ayam di sejumlah daerah Indoesia mengalami kenaikan. Merujuk pada Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS), harga telur ayam secara rata-rata di DKI Jakarta sudah mencapai Rp28.650 per kilogram.

Harga telur ayam tertinggi terjadi di wliayah timur Indonesia, seperti di Maluku Utara yang mencapai Rp37.850 per kilogram, dan Papua yang sebesar Rp35.500 per kilogram.

 

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini