Menilik Kesuksesan Empat Bos Startup Unicorn Indonesia

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Sabtu 28 Juli 2018 18:27 WIB
https: img.okezone.com content 2018 07 28 320 1928673 menilik-kesuksesan-empat-bos-startup-unicorn-indonesia-VWEIMvatMo.jpg Ilustrasi Foto: Koran Sindo

JAKARTA - Empat perusahaan start-up Indonesia berhasil menyandang status unicorn atau memiliki valuasi di atas USD1 miliar. Keempatnya yakni Go-Jek, Traveloka, Tokopedia dan Bukalapak.

Kondisi ini membuat empat bos start-up Indonesia tersebut untuk pertama kali masuk dalam daftar 150 orang terkaya Indonesia versi Globe Asia, yakni Ferry Unardi (Traveloka), William Tanuwijaya (Tokopedia), Achmad Zaky (Bukalapak), dan Nadiem Makarim (Go-Jek).

Menariknya keempat pengusaha muda tersebut meraih kesuksesan di jenjang usia yang sama, yakni di usia sekitar 30 tahun. Berikut kekayaan para bos startup unicorn Indonesia, seperti yang dirangkum Okezone, Sabtu (28/7/2018).

1.Ferry Unardi

Pria berusia 30 tahun ini merupakan bos Traveloka, platform biro perjalanan wisata. Dengan menduduki posisi ke 146 orang terkaya di Indonesia, dirinya memiliki kekayaan USD145 juta atau sekitar Rp2 triliun.

Rupiah Tak Berisiko Melemah ke Level Rp15.000 per Dolar AS 

Ferry mendirikan traveloka bersama kedua rekannya pada 2012 lalu. Layanan penjualan tiket online itu, menjadi startup Indonesia ketiga yang bergelar unicorn.

Setidaknya butuh waktu 5 tahun untuk Traveloka menyemat status unicorn, pasca berhasil menggaet investasi senilai USD500 juta dari perusahaan perjalanan online terkemuka dunia Expedia Inc, East Ventures, Hillhouse Capital Group, JD.com, dan Sequoia Capital pada Juli 2017 lalu.

Ferry menilai investasi yang dipimpin oleh Expedia itu akan memperdalam kemitraan yang telah terjalin selama ini dalam penyediaan kamar hotel.

2. William Tanuwijaya

Wiliam yang kini berusia 36 tahun, berhasil membawa kesuksesan platform Tokopedia yang dibangunnya di tahun 2009. Dengan memiliki kekayaan USD130 juta atau sekitar Rp1,8 triliun, membuat dirinya menduduki posisi 148 orang terkaya di Indonesia.

Ruang Kerja Unik Tokopedia 

Tokopedia merupakan startup kedua asal Indonesia yang menjadi unicorn. Layanan online market place tersebut, bahkan sempat mendapatkan suntikan dana segar dari konsorsium yang dipimpin Alibaba sebesar USD1,1 miliar pada Agustus 2017.

Suntikan dana dari perusahaan raksasa milik China tersebut, membuat Wiliam menjadi seebritas di industri digital Indonesia. Tokopedia pun menyemat gelar unicorn selepas 6 tahun berdiri.

3. Achmad Zaky

Pria berusia 31 tahun ini menyimpan pundi-pundi kekayaan USD105 juta atau sekitar Rp1,5 triliun. Hal ini membuat bos Bukalapak itu menduduki peringkat 149 sebagai orang terkaya di Indonesia.

Bukalapak.com Gandeng Indomaret

Bukalapak dibangun Zaky pada tahun 2010, dengan menyasar pemberdayaan pada Usaha, Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Perusahaan layanan online market place ini menjadi startup Indoenesia keempat yang menyandang status unicorn. Melihat perjalanannya, Bukalapak membutuhkan waktu 7 tahun sejak didirikan hingga menjadi perusahaan dengan valuasi diatas USD1 miliar.

4. Nadiem Makarim

Nadiem merupakan orang dibalik kesuksesan platform penyedia layanan transportasi online, Go-Jek. Dirinya tercatat memiliki kekayaan senilai USD100 juta atau sekitar Rp1,4 triliun di usianya ke-33 tahun. Tentunya membuat dia berada di dalam posisi ke 150 orang terkaya di Indonesia.

Go-Jek menjadi startup pertama asal Indonesia yang menjadi unicorn pada 2016 lalu. Setidaknya butuh wakrtu sekitar 6 tahun untuk Gojek menjadi unicorn setelah lahir ditahun 2010.

Status unicorn pun disematkan pasca Go-Jek menerima suntikan dana senilai USD550 juta dari konsorsium investor yang dipimpin Sequoia Capital dan Warbrug.

CEO Go-Jek Indonesia Nadiem Makarim

Go-Jek pun terus menerima dana segar dari beragam investor. Dari pihak asing Google, Temasek dan juga Meituan-Dianping sebanyak USD1,2 miliar atau setara Rp16 triliun.

Untuk investor dalam negeri, diantaranha ada PT Astra International Tbk (ASII) menanamkan modal sebesar USD150 juta atau sekira Rp2 triliun. Perusahaan ini pun kian membesar.

Tak puas hanya menjadi tuan di rumah sendiei, Nadiem membawa Go-Jek melebarkan sayap bisnisnya ke empat negara di ASEAN yakni Vietnam, Thailand, Filipina, dan Singapura. Nilai investasi di empat negara tersebut diperkirakan sebesar USD500 juta.

Saat ini, Go-Jek terus berkoordinasi dan berkomunikasi dengan pemerintah negara setempat dan para pemangku kepentingan lainnya untuk memastikan kesiapan operasional bisnis di masing- masing negara. Nantinya, bisnis Go-Jek tersebut akan dijalankan oleh tim lokal yang akan didukung oleh teknologi dan keahlian dari Go-Jek.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini