20 Perusahaan Vape Kantongi Izin dari Bea Cukai

Avirista Midaada, Jurnalis · Sabtu 04 Agustus 2018 11:23 WIB
https: img.okezone.com content 2018 08 04 20 1931679 20-perusahaan-vape-kantongi-izin-dari-bea-cukai-zHyAM0hat2.jpg Dirjen Bea Cukai Heru Pambudi (Foto: Avirista/Okezone)

KOTA MALANG - Setelah Kementerian Keuangan menetapkan cukai pada rokok jenis vape dan sisha, Direktorat Bea Cukai mengaku telah melegalkan beberapa perusahaan rokok elektrik dan sisha.

Dirjen Bea Cukai, Heru Pambudi menyatakan ditetapkannya cukai rokok elektrik membuka angin segar bagi perusahaan vape dan sisha untuk diakui negara sebagai pelaku usaha legal.

"Mereka mengapresiasi perusahaan vape sebagai perusahaan resmi dan legal. Saat ini sudah ada 20 pabrik yang dapat izin resmi NPP," ujar Heru Pambudi saat memimpin pemusnahan barang bukti cukai ilegal di Kota Malang, Jumat (3/8/2018) Malam.

vape

Dia pun menambahkan kebijakan cukai terkait vape dan sisha sudah dibicarakan bersama Komisi XI DPR RI. "Kita sampaikan terima kasih Komisi XI yang mendukung kebijakan - kebijakan di bidang cukai," ujar pria kelahiran Bondowoso ini.

Menurutnya, implementasi dari kebijakan cukai rokok elektrik akan diterapkan pada Oktober tahun 2018 ini. "Kita tidak fokus pada penerimaan tapi pengendalian dan pengaturan," terangnya.

Namun saat ditanya besaran berapa penerimaan negara dari cukai rokok elektrik, dirinya belum mengetahui besaran pastinya. "Pendapatannya kecil karena hanya pengaturan dan pengendalian. Berapanya nanti saya lihatkan lagi," pungkasnya.

vape

Terkait adanya keluhan dari perwakilan perusahaan rokok elektrik maupun sisha, pihaknya mempersilakan untuk berkonsultasi dan menyampaikan keluhan kepada Direktorat Bea Cukai. "Semua keluhan akan kita dengarkan," tuturnya.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengeluarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) nomor 146/PMK.010/2017 tentang Tarif Cukai Hasil Tembakau yang berlaku mulai 1 Juli 2018. Di mana melalui aturan terbaru tersebut, liquid vape yang merupakan HPTL dikenakan tarif cukai sebesar 57% dari Harga Jual Eceran (HJ).

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini