nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dana Haji Masuk Pasar Modal, Ini Persiapan KSEI

Agregasi Kamis 09 Agustus 2018 13:41 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 08 09 278 1934047 dana-haji-masuk-pasar-modal-ini-persiapan-ksei-fpHlpxBeG8.jpg Ilustrasi: Foto Shutterstock

JAKARTA - Kendatipun belum ada kepastian yang jelas terkait dana haji akan masuk pasar modal lewat beberapa manajer investasi, kondisi tersebut disambut baik pelaku pasar karena akan meningkatkan nilai transaksi dan likuiditas di pasar modal.

Bahkan melihat potensi tersebut, pihak PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) sudah mempersiapkan berbagai infrastruktur menyambut derasnya dana tersebut ke pasar.

Direktur Utama KSEI Friderica Widyasari Dewi mengatakan, saat ini KSEI sudah mempersiapkan diri mengenai rencana tersebut.

”Kami siap dari sistem S-Invest, kami sudah membuat satu form, sehingga mekanisme pasar modal di Indoneisa semakin terkonsolidasi," ujarnya di Jakarta,

 

Meski demikian, Friderica belum tahu menahu mengenai kapan dana haji tersebut akan mulai masuk ke dalam pasar modal, hanya saja jika masuk, maka dana tersebut akan masuk melalui Manajer Investasi. Dirinya juga tak tahu menahu mengenai prosentase dana haji yang akan masuk melalui pasar modal.

Menurut Friderica, dana yang masuk tak akan berasal dari dana haji saja, namun juga berasal dari dana yang diperoleh dari tabungan perumahan rakyat. Saat ini KSEI tengah menunggu PP Tapera. Jika hal ini jadi diimplementasikan, maka pasar modal akan memperoleh paling tidak 4,5 juta SID baru.

Di tempat yang sama, KSEI meluncurkan The Central Depository and Book Settlement System (C-BEST) generasi terbaru atau C-BEST Next Generation (Next-G).

C-BEST merupakan platform elektronik terpadu yang telah mendukung aktivitas penyelesaian transaksi efek secara pemindahbukuan sejak tahun 2000, tepatnya pada saat implementasi perdagangan tanpa kertas (scripless) di Pasar Modal Indonesia.

Peluncuran C-BEST Next-G menjadi bagian dari pekembangan pasar modal Indonesia terutama dari sisi peningkatan jumlah investor dan peningkatan jumlah penyelesaian transaksi.

 

Kata Friderica Widyasari Dewi, pengembangan C-BEST Next-G diharapkan juga akan sejalan dan dapat mendukung implementasi sistem perdagangan di BEI.

"Pengembangan C-BEST Next-G ini diharapkan juga akan sejalan dan dapat mendukung implementasi sistem perdaganagn JATS Next-G BEI dan E-Clears KPEI yang telah diimplementasikan beberapa waktu lalu, sehingga Pasar Modal Indonesia saat ini mempunyai infrastruktur yang mapan dan dapat diandalkan," ujarnya.

Dia juga menjelaskan, adanya peningkatan jumlah investor, produk dan transaksi mendorong sistem C-BEST ini untuk lebih dimutakhirkan.

"Dengan peningkatan jumlah investor, produk, dan transaksi di pasar modal, maka sistem C-BEST dikembangkan dengan spesifikasi kapasitas sistem yang lebih besar unutk menghasilkan performance sistem yang lebih baik. C-BEST Next-G direncanakan dapat mengakomodir kurang lebih 10 juta investor pasar modal," tambahnya.

Di sisi jumlah investor yang mengacu pada Single Investor Identification (SID), pada akhir tahun 2012 (sebelum pengembangan C-BEST Next-G), jumlah SID yang tercatat di KSEI baru mencapai 281.256, sedangkan saat ini per akhir Juli 2018 sudah mencapai 1.369.810, atau meningkat 387%.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini