nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sarana Menara Nusantara Akan Buyback Saham 5% Selama 18 Bulan

Agregasi Senin 13 Agustus 2018 14:50 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 08 13 278 1935843 sarana-menara-nusantara-akan-buyback-saham-5-selama-18-bulan-8FkWxI2u9U.jpg Ilustrasi: Shutterstock

JAKARTA - Berdasarkan hasil rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB), emiten infrastruktur telekomunikasi PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) mendapatkan izin melakukan pembelian kembali saham atau buyback sebanyak-banyaknya 5% dari jumlah saham yang beredar.

Direktur Utama Sarana Menara Nusantara Aming Santoso menyebutkan, perseroan mendapatkan izin untuk melakukan buyback saham sebanyak 5% dari jumlah saham yang beredar. Persentase itu setara dengan 2,55 miliar lembar saham.

”Program buyback ini berlaku 18 bulan sejak mendapatkan persetujuan dari pemegang saham," ujarnya di Jakarta.

Aksi korporasi ini dilakukan karena harga saham perseroan belum menggambarkan nilai secara fundamental. Padahal, kinerja TOWR diklaim terus bertumbuh seiring dengan peningkatan kebutuhan telekomunikasi. Dalam tiga tahun terakhir, pendapatan TOWR berhasil meningkat 30%. Namun, dalam periode tersebut harga saham perseroan cenderung stagnan.

Pada penutupan perdagangan akhir pekan kemarin, saham TOWR turun 15 poin atau 2,7% menjadi Rp540. Price to Earning Ratio (PER) sebesar 12,86 kali dengan kapitalisasi pasar Rp27,55 triliun. Sepanjang tahun berjalan, harga saham TOWR melesu 32,5%. Tak jauh berbeda, dalam tiga tahun terakhir harga sahamnya meluncur turun 31,9%.

Selain itu, perseroan juga mengungkapkan, hingga Juni realisasi belanja modal mencapai Rp 1,1 triliun dari yang dianggarkan tahun ini sebesar Rp 2 triliun. Untuk belanja menara terdiri dari menara baru, kolokasi, maintenance, dan bayar sewa lahan ke pemilik lahan. Ada juga untuk non menara seperti VSAT dan fiber optics,” kata Wakil Direktur Utama TOWR Adam Ghifari.

Hingga Juni 2018, TOWR telah menyelesaikan 1.300 pesanan sewa menara. TOWR juga sudah memiliki 6.000 kilometer (km) jaringan fiber optic dari total yang akan dikerjakan sepanjang 8.000 km. “Masih 2.000 kilometer yang sedang dibangun,” tambah Adam.

Selanjutnya memasuki paruh ke dua tahun 2018 Juli 2018 TOWR telah menerima permintaan sebanyak 1.150 menara yang akan dikerjakan perusahaan. Permintaan itu juga diharapkan dapat mendongkrak pendapatan TOWR di semester II-2018. Adapun menurut Adam, upaya belanja TOWR seiringan dengan permintaan operator telekomunikasi yang juga meningkat. Adanya regulasi yang mewajibkan pengguna nomor prabayar untuk registrasi dinilai perusahaan membuat operator telekomunikasi semakin berfokus meningkatkan layanannya dan berdampak positif bagi industri menara telekomunikasi.

Bagi TOWR di tahun ini tidak ada wilayah khusus yang ditargetkan untuk mendongkrak kinerja, baik melalui pembangunan menara maupun non menara. Untuk belanja modal anorganik, TOWR juga telah mengeluarkan Rp 1,4 triliun untuk akuisisi PT Komet Infra Nusantara (KIN). Hasil akuisisi itu sudah berkontribusi bagi pendapatan perusahaan di semester I-2018 walaupun hanya beroperasi selama satu bulan sebelum tutup buku semester I.

Grup TOWR secara konsolidasi per akhir Juni 2018 memiliki 16.700 menara dengan tambahan sebanyak 807 menara yang diperoleh secara organik dan juga tambahan menara sebanyak 1.369 menara yang berasal dari KIN. Manajemen TOWR menghitung, dengan asumsi rata-rata pendapatan tahunan KIN senilai Rp325 miliar.

 

(feb)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini