JAKARTA - Berdasarkan hasil rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB), emiten infrastruktur telekomunikasi PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) mendapatkan izin melakukan pembelian kembali saham atau buyback sebanyak-banyaknya 5% dari jumlah saham yang beredar.
Direktur Utama Sarana Menara Nusantara Aming Santoso menyebutkan, perseroan mendapatkan izin untuk melakukan buyback saham sebanyak 5% dari jumlah saham yang beredar. Persentase itu setara dengan 2,55 miliar lembar saham.
”Program buyback ini berlaku 18 bulan sejak mendapatkan persetujuan dari pemegang saham," ujarnya di Jakarta.
Aksi korporasi ini dilakukan karena harga saham perseroan belum menggambarkan nilai secara fundamental. Padahal, kinerja TOWR diklaim terus bertumbuh seiring dengan peningkatan kebutuhan telekomunikasi. Dalam tiga tahun terakhir, pendapatan TOWR berhasil meningkat 30%. Namun, dalam periode tersebut harga saham perseroan cenderung stagnan.
