nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Fakta Menarik Krisis Ekonomi Turki yang Merembet ke RI, Nomor 1 Ada 'Bendungan'

Rafida Ulfa, Jurnalis · Sabtu 18 Agustus 2018 14:13 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 08 18 20 1938206 fakta-menarik-krisis-ekonomi-turki-yang-merembet-ke-ri-nomor-1-ada-bendungan-5BtyFiQaNl.jpg Foto: Jokowi (Antara)

JAKARTA - Krisis ekonomi Turki yang ditandai dengan nilai tukar Lira terhadap dolar Amerika Serikat yang terdepresiasi paling buruk sejak 2001, yakni mencapai 18%. Hal ini menimbulkan kekhawatiran yang berdampak buruk terhadap perekonomian di Tanah Air.

Berikut ini fakta-fakta tentang krisis Turki yang dapat membuat pasar down, yang dirangkum oleh Okezone Finance:

1. RI Buat 'Bendungan' Antisipasi Dampak Krisis Ekonomi Turki

Pemerintah bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI) antisipasi dengan akan terus berkoordinasi guna mengurangi dampak krisis Turki yang berawal dari gejolak mata uangnya, lira.

 

Menteri Keuangan Sri Mulyani menjelaskan, kondisi perekonomian Indonesia berbeda dengan Turki yang tengah dilanda kekhawatiran krisis ekonomi akibat gejolak pasar keuangan. Indonesia punya hal-hal positif yang dilihat dalam sepekan terakhir.

“Pertumbuhan kita kuat, inflasi rendah, dan defisit APBN (anggaran pendapatan dan belanja negara) diperkirakan lebih rendah,” kata Sri Mulyani.

2. Krisis Ekonomi Dapat Jadi Faktor Penghambat Target Investasi

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mewaspadai krisis ekonomi yang terjadi di Turki belakangan ini. Sebab krisis ekonomi Turki ini bisa mempengaruhi investasi asing yang masuk ke Indonesia.

Menurut Kepala BKPM Thomas Lembong, krisis ekonomi yang terjadi pada Turki akan menjadi salah satu faktor penghambat bagi Indonesia dalam mengejar target realisasi investasi pada tahun ini. Sebab realisasi, khususnya pada kuartal III dan IV atau semester II akan mengalami perlambatan.

 

3. Krisis Turki Perparah Ketidakpastian Ekonomi Global

Ketidakpastian ekonomi global dipicu oleh ketegangan perdagangan antara AS dan sejumlah negara, yang mendorong kebijakan balasan yang lebih luas, termasuk melalui pelemahan mata uang di tengah berlanjutnya penguatan dolar AS secara global.

"Ketidakpastian ekonomi global semakin tinggi dengan munculnya risiko rambatan dari gejolak ekonomi di Turki yang disebabkan oleh kerentanan ekonomi domestik, persepsi negatif terhadap kebijakan otoritas, serta meningkatnya ketegangan hubungan Turki dengan AS," kata Perry.

 Nilai Tukar Rupiah atas Dolar Amerika Serikat Sempat Tembus Rp14.545

4. Gejolak Krisis Turki, Presiden Jokowi Minta Rupiah dan Inflasi Dijaga

Presiden menegaskan, bahwa memperkuat cadangan devisa merupakan hal yang sangat penting yang harus dilakukan, agar ketahanan ekonomi semakin kuat, terutama dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi global, termasuk dampak yang terakhir terjadi di perekonomian di Turki.

“Kita juga harus menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah pada nilai yang wajar, inflasi yang rendah, defisit transaksi berjalan yang aman,” kata Presiden.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini