Share

PPh Impor Akan Dinaikkan demi Tekan Defisit Transaksi Berjalan

Agregasi Harian Neraca, Jurnalis · Jum'at 24 Agustus 2018 16:51 WIB
https: img.okezone.com content 2018 08 24 20 1940950 pph-impor-akan-dinaikkan-demi-tekan-defisit-transaksi-berjalan-xf0CdJNANU.jpg Ilustrasi: Shutterstock

JAKARTA - Kementerian Keuangan akan menaikkan tarif pajak penghasilan (PPh) impor. Hal ini dimaksudkan menekan defisit neraca dagang dan defisit transaksi berjalan, sehingga menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kemenkeu Suahasil Nazara menyatakan, saat ini pemerintah tengah mengkaji 900 komoditas yakni barang konsumsi yang akan dikenakan kenaikan tarif PPh impor. Selama ini memang telah terkena tarif yang berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) 132/2015 dan PMK 34/2017 dikenakan sebesar 2,5%-10%.

Defisit Neraca Perdagangan 

"Ini kita kaji mana (komoditas) yang sudah ada produksi dalam negeri, yang diproduksi UMK, kemudian mana yang multiplier effect di perekonomiannya tinggi," katanya di Gedung Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (24/8/2018).

Selain itu, data komoditas tersebut akan disandingkan dengan data impor yang dimiliki Direktorat Jenderal (Ditjen) Bea dan Cuka. Sebab, sejak berlaku penertiban impor berisiko tinggi (PIBT), daftar barang impor menjadi lebih rinci.

"Itu mau kita cocokin semua dan kita akan melakukan kenaikan tarif PPh impornya, dari sekarang yang sudah kena itu akan kita naikkan," katanya.

Defisit Neraca Perdagangan 

Sehingga, bila kebijakan tersebut berlaku maka penguasaha yang tetap melakukan impor pada komoditas tersebut akan dikenakan tarif PPh impor yang lebih tinggi. Saat itu pemerintah membutuhkan waktu hingga dua pekan untuk mengkaji 900 komoditas tersebut.

Dia menjelaskan, kebijakan ini untuk memberikan sinyal kepada masyarakat untuk menggunakan produksi dalam negeri. Dengan demikian mengurangi impor sehingga menekan defisit neraca dagang dan defisit transaksi berjalan.

"Ini tentang menjaga neraca pembayaran dan mengurangi defisit transaksi berjalan," katanya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini