MNC Catat Laba Bersih Semester I-2018 Sebesar Rp636 Miliar

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Rabu 29 Agustus 2018 20:09 WIB
https: img.okezone.com content 2018 08 29 278 1943282 mnc-catat-laba-bersih-semester-i-2018-sebesar-rp636-miliar-LYZxoqVRxH.jpg Ilustrasi: Shutterstock

JAKARTA - PT Media Nusantara Citra Tbk membukukan laba bersih hingga semester I-2018 sebesar Rp636 miliar. Namun, dengan mengecualikan biaya non-tunai dari penyesuaian valas, perseroan telah membukukan laba bersih sebesar Rp931 miliar.

Perusahaan yang bergerak di bidang media ini mencatatkan pendapatan hingga semester I-2018 sebesar Rp3,68 triliun. Angka ini mengalami pertumbuhan 2% dari periode yang sama tahun 2017 yang sebesar Rp3,6 triliun.

Secara kuartal, pada periode April-Juni 2018, emiten berkode MNCN membukukan pendapatan Rp2,08 triliun. Naik 30% dari pendapatan di kuartal I-2018 yang sebesar Rp1,60 triliun.

grafik

"Hal ini disebabkan oleh kenaikan pada belanja konsumen selama bulan Ramadan dan kinerja empat stasiun TV FTA (free to air) perseroan yang kuat," kata CEO MNCN David Fernando Audy dalam acara investor summit di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (29/8/2018).

Dia menjelaskan, untuk meningkatkan pendapatan MNCN menerapkan strategi dengan mempertahankan rating pada stasiun TV FTA untuk tetap tinggi.

"Saat ini nomor satu adalah TV kita RCTI dan kita terus pertahankan itu supaya iklan tetap ngalir terus di MNCN," katanya.

Secara rinci untuk pendapatan iklan TV meningkat 4% mencapai Rp3,54 triliun. Realisasi ini didukung peningkatan monetisasi dari iklan tradisional dan pertumbuhan berkelanjutan dari pendapatan tambahan, seperti iklan virtual dan built-in sponsorship.

grafik

"Di tengah kondisi ekonomi yang cukup menantang kita bisa mencatat pertumbuhan 4% itu cukup lumayan buat kami," katanya.

Adapun untuk pendapatan konten tercatat Rp760 miliar atau tumbuh hingga 42% di semester I 2018. Hal ini didorong peningkatan jumlah konten yang diproduksi oleh MNC Studios (MNC Pictures) dan penjualan pustaka konten ke berbagai platform.

Sedangkan beban langsung tercatat menurun 2% menjadi Rp1,39 triliun dari Rp1,41 triliun di tahun sebelumnya. "lni merupakan hasil dari efisiensi biaya, karena pada saat ini mayoritas konten diproduksi secara in-house," katanya.

Adapun EBlTDA hingga semester I 2018 tercatat Rp1,54 triliun. Tumbuh 5% dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp1,4 triliun. Sedangkan margin EBlTDA sebesar 42%.

(kmj)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini