nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Transcoal Pacific Kantongi Kontrak Baru USD40,7 Juta

Agregasi Harian Neraca, Jurnalis · Kamis 06 September 2018 12:36 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 09 06 278 1946834 transcoal-pacific-kantongi-kontrak-baru-usd40-7-juta-bgaKeOZSnb.jpg Foto: Transcoal Pasific kantongi kontrak baru (Okezone)

JAKARTA - PT Transcoal Pacific Tbk (TCPI) baru saja menandatangani kontrak baru senilai USD40,7 juta. Kontrak tersebut berupa perjanjian pengangkutan bijih nikel (nickel ore) dari perusahaan lokal yang berbasis di Surabaya, Jawa Timur.

Direktur Utama Transcoal Pacific, Dirc Richard mengatakan, kontrak pengangkutan bijih nikel melalui laut akan menggunakan Mother Vessel di Sulawesi. Dimana total volume pengangkutan dari kontrak tersebut yaitu minimum 1,1 juta metrik ton per tahun. Emiten pelayaran ini menjelaskan, peraihan kontrak baru yang didapat bukan merupakan perusahaan afiliasi perseroan.

ESDM Pastikan Tambah Kuota Produksi Batu Bara Jadi 585 Juta Ton pada Tahun 2018

Berdasarkan kontrak, periode perjanjian adalah 5 tahun yaitu dari 29 Agustus 2018—29 Agustus 2023, kecuali di akhiri lebih awal sesuai dengan ketentuan dalam perjanjian.

Richard menyampaikan kontrak tersebut berdampak positif pada kegiatan operasional perseroan, dan menjamin kelangsungan usaha tetap terjaga dan terjamin dengan baik. TCPI sebelumnya mengumumkan baru saja meraih kontrak jangka pndek selama 6 bulan dengan estimasi nilai kontrak sebesar Rp6,5 miliar. Kontrak tersebut berupa pengangkutan solar industri dengan menggunakan kapal dari Palaran ke Bengalon, Kalimantan Timur.

Sebagai informasi, tahun ini perseroan menargetkan laba bersih sebesar Rp150 miliar atau tumbuh 100% dibandingkan raihan tahun lalu. Perseroan menjelaskan, pertumbuhan laba perseroan tahun ini bakal ditopang oleh bisnis logistik batu bara karena harga yang sedang membaik.

ESDM Pastikan Tambah Kuota Produksi Batu Bara Jadi 585 Juta Ton pada Tahun 2018

Untuk itu, perseroan berencana untuk menambah sebanyak 3 kapal.

"Pertumbuhan laba ditopang dari bisnis kargo. Perusahaan tambang itu menigkat kargonya. Kami juga ada aset baru yang kami akuisisi yang kami percaya bisa menambah signifikan laba dan pendapatan," kata Richard dalam keterangan tertulis.

Guna mendanai penambahan kapal baru, lanjutnya, perseroan akan membuka akses pinjaman ke bank dan penerbitan surat utang berharga.

Disampaikannya, aksi korporasi perseroan tidak berhenti di sini dan akan ada beberapa aksi korporasi lainnya yang bakal lakukan. Namun perseroan belum bisa menyampaikan detail.

“Tapi, mudah-mudahan semester dua sudah ada penjajakan untuk aksi korporasi," ungkapnya.

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini