nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

WOM Finance Kantongi Laba Rp106 Miliar, Naik 84%

Agregasi Harian Neraca, Jurnalis · Kamis 06 September 2018 12:43 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 09 06 278 1946840 wom-finance-kantongi-laba-rp106-miliar-naik-84-q0iUA2ilJE.jpg Foto: Pembiayaan WOM Finance meningkat 84% (Shutterstock)

JAKARTA - PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (WOMF) mencatatkan kinerja positif sepanjang semester I-2018. Dalam aspek pembiayaan, WOM Finance berhasil menyalurkan total pembiayaan sampai dengan semester pertama 2018 sebanyak 261 ribu unit pembiayaan atau sebesar Rp3,9 triliun.

Penyaluran pembiayaan perseroan masih didominasi produk kendaraan sepeda motor baru sebanyak 123 ribu unit atau tumbuh 20%, kemudian disusul dengan pembiayaan multiguna jasa MotorKu dan MobilKu masing-masing sebesar 111 ribu unit atau naik 33% dan 9 ribu unit atau naik 112% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Gelombang Pemudik Sepeda Motor Melintasi Jalan Raya Nagreg

Dengan demikian, piutang pembiayaan yang dikelola WOM Finance naik 21% dari Rp7,4 triliun pada periode yang sama tahun lalu menjadi Rp8,9 triliun pada akhir Juni 2018.

Atas pencapaian tersebut, WOM Finance berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp106 miliar atau meningkat 84% dari Rp57 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan kinerja ini disebabkan perusahaan telah menjalankan serangkaian inisiatif perbaikan di awal 2018 diantaranya peningkatan kontribusi dari pembiayaan multiguna jasa (MotorKu dan MobilKu), perbaikan strategi collection dan penerapan grading untuk memberikan kualitas pembiayaan yang makin baik.

“Melalui inisiatif-inisiatif perbaikan yang telah kami terapkan, kami optimis membaiknya kinerja di semester pertama 2018 akan terus berlanjut hingga akhir 2018,” kata Direktur Perseroan Zacharia Susantadiredja dalam keterangannya.

Sumber dana Perseroan mencapai Rp7,8 triliun dengan pinjaman bank sebesar Rp4,4 triliun dan pinjaman obligasi sebesar Rp3,4 triliun, jumlah tersebut meningkat sebesar 48% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sejumlah Rp5,3 triliun.

Sementara itu, gearing ratio terjaga pada tingkat 6,82 kali. Perusahaan juga berencana untuk menerbitkan Obigasi Berkelanjutan WOM Finance III Tahap I pada akhir 2018 untuk melunasi obligasi yang jatuh tempo dan mendukung pertumbuhan bisnis perusahaan.

Perbaikan kinerja juga terlihat dari meningkatnya aset perusahaan, dibandingkan periode yang sama tahun lalu WOM Finance mencatatkan nilai aset mencapai Rp9,3 triliun atau tumbuh 41% dari Rp6,6 triliun. Sedangkan Rasio Pembiayaan Bermasalah atau Non Performing Financing (NPF) gross membaik menjadi 2,35% pada akhir Juni 2018 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 2,84%. Perbaikan NPF tersebut dikarenakan pengelolaan kualitas aset yang terus membaik serta kualitas pembiayaan yang lebih selektif.

Sementara itu, Rasio Keuangan WOM Finance pada akhir Juni 2018, antara lain Return on Equity (ROE) mengalami perbaikan sebesar 22% dari 14% pada periode yang sama tahun sebelumnya, Return On Asset (ROA) perusahaan juga mengalami perbaikan menjadi 4% dari 2% pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Terdepresiasi 50 Poin

Presiden Direktur WOM Finance Djaja Suryanto Sutandar mengatakan, kualitas pembiayaan yang makin membaik menjadi faktor utama meningkatnya pertumbuhan kinerja perusahaan.

“Kami akan terus melakukan perbaikan-perbaikan dan strategi-strategi untuk pertumbuhan Perusahaan yang berkelanjutan,” kata dia.

Sebagai informasi, PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk didirikan pada 1982 dengan nama PT Jakarta Tokyo Leasing yang bergerak di bidang pemberian pembiayaan sepeda motor, khususnya untuk sepeda motor merek Honda. Pada 2000, Perseroan mengubah nama menjadi PT Wahana Ottomitra Multiartha sejalan dengan transformasi bisnis yang dilakukan Perseroan terus mengalami perkembangan dan tidak lagi hanya melayani pembiayaan sepeda motor merek Honda, tapi juga sepeda motor merek Jepang lainnya, seperti Yamaha, Suzuki, dan Kawasaki.

Pada 2005, Perseroan menjadi bagian dari kelompok usaha PT Bank Maybank Indonesia Tbk (MBI) setelah mengakuisisi 43% kepemilikan saham Perseroan. Pada 2015, Perseroan melakukan right issue melalui Penawaran Umum Terbatas, di mana MBI bertindak sebagai standby buyer. Dalam right issue ini, Perseroan menerbitkan 3.481.481.480 saham baru. Kemudian kepemilikan saham MBI di Perseroan naik menjadi 68,55%. Pemegang saham terbesar kedua di Perusahaan adalah PT Wahana Makmur Sejati dengan jumlah kepemilikan saham sebesar 23,2% dan publik sebesar 8,2%.

Sampai dengan 31 Juni 2018, Perusahaan memiliki 192 kantor jaringan yang tersebar di seluruh Indonesia dengan total 875 ribu pelanggan aktifnya.

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini