nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

PTDI Ditantang Ekspor Pesawat ke Eropa hingga Amerika

Koran SINDO, Jurnalis · Kamis 13 September 2018 09:52 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 09 13 320 1949787 ptdi-ditantang-ekspor-pesawat-ke-eropa-hingga-amerika-U4kgIqRaNT.jpg Ilustrasi: Foto Shutterstock

BANDUNG – PT Dirgantara Indonesia (PTDI) menyatakan telah mengekspor 48 pesawat ke berbagai negara di kawasan Asia. Saat ini perusahaan dirgantara itu juga terus memperbesar penetrasi ekspor ke negara berbeda.

Direktur Utama PTDI Elfien Goentoro mengungkapkan, sejak berdiri pada 1976, pihaknya mencatat telah mengekspor 48 pesawat. Ada pun negara-negara yang menjadi tujuan ekspor di antaranya Malaysia, Thailand, Uni Emirat Arab, Senegal, Brunei Darussalam, Pakistan, Korea Selatan.

Seiring produksi pesawat yang kian pesat, PTDI juga terus membuat perencanaan ekspor. Periode 2018-2020 misalnya, perseroan telah mengantongi Kontrak Berjalan Ekspor berupa dua pesawat NC212i Para troop version untuk Kementerian Pertanian Thailand. Juga satu unit CN235-220 Troop & Paratroop version untuk Tentara Nepal dan 1 unit CN235-220 Maritime Patrol Aircraft untuk Angkatan Udara Senegal.

“Total nilai kontrak yang dikantongi perseroan sampai 2020 tercatat sebesar USD79,80 juta. Pesawat CN235- 220 akan dibeli oleh negara-negara antara lain Pantai Gading, Australia, Senegal, Nepal, sedangkan untuk pesawat NC - 212i akan kembali dibeli Filipina dan Senegal,” kata Elfien pada Awarding Day di Kawasan PTDI, Kota Bandung.

 

Sementara itu, pengadaan pesawat yang terealisasi tahun ini adalah kontrak dua unit NC212i (Light Lift Fixed Wing Aircraft/LLFWA) untuk Angkatan Bersenjata Filipina serta tiga unit NC212i Miltrans untuk Angkatan Udara Vietnam dengan nilai kontrak sebesar USD35,53 juta.

“Strategi kami mendorong penjualan ekspor antara lain bersinergi dengan para stakeholder. Termasuk bekerja sama dengan financial institution untuk kebutuhan pendanaan kami,” ungkap Elfien.

Sementara itu, Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis, dan Media Kementerian BUMN Fajar Harry Sampurno mengatakan, pemerintah terus memberikan dukungan kepada PTDI untuk terus meningkatkan kiprahnya baik di dalam maupun luar negeri. Di tengah kondisi pelemahan mata uang Rupiah, pihaknya berharap PTDI dapat meningkatkan ekspor.

“PTDI juga terus meningkatkan daya saing produksi dalam jangka panjang. Dengan begitu, diharapkan bisa terus melebarkan sayapnya. Tidak hanya di negara-negara Asia, tetapi juga di Eropa, Amerika, dan Afrika,” ungkap Harry. (Arif Budianto)

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini