nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

5 'Taktik' Perusahaan Tentukan Gaji hingga Bonus, Karyawan Perlu Tahu Nomor 4

Rafida Ulfa, Jurnalis · Kamis 27 September 2018 06:27 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 09 26 320 1956039 5-taktik-perusahaan-tentukan-gaji-hingga-bonus-karyawan-perlu-tahu-nomor-4-61fvRdBAGu.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

JAKARTA – Setiap pekerja menginginkan gaji yang besar. Namun apakah Anda berpikir bagaimana caranya perusahaan membayar gaji pekerjanya?

Perusahaan konsultasi Willis Towers Watson mengukap survey terbaru soal gaji hingga pertimbangan perusahaan memberi bonus. Survei tersebut dilakukan terhadap 707 perusahaan Asia Pasifik. Semua perusahaan yang disurvei mempunyai kantor di dua atau lebih dari dua negara.

Berikut cara perusahaan menentukan gaji pekerjannya seperti dilansir dari Business Insider:

1. Setengah dari perusahaan Asia Pasifik mengakui bahwa keputusan gaji dibuat tidak efektif

Di Asia, gaji adalah faktor yang paling penting untuk menarik orang baru ke perusahaan dan mempertahankan mereka. Dalam laporan tersebut menemukan bahwa, kenaikan gaji membantu memotivasi dan memberi penghargaan atas kinerjanya.

Baca Juga: 5 Pekerjaan yang Paling Populer dan Banyak Dicari

Namun, sebagian besar perusahaan tidak mengungkapkan bagaimana mereka menentukan gaji karyawan, baik karena proses keputusannya sangat kompleks ataupun mereka mempunya statistik yang memalukan dan sengaja disembunyikan.

Laporan tersebut menemukan bahwa banyak perusahaan tidak memiliki rencana insentif tahunan yang efektif, dan lebih dari setengah perusahaan mengakui bahwa keputusan pembayaran gaji mereka tidak membedakan kinerja karyawan secara efektif.

2. Kenaikan gaji tahunan ditentukan dari kinerja dan pentingnya pekerjaan

Ada empat faktor yang kebanyakan perusahaan pakai untuk menentukan kenaikan gaji. Pertama adalah seberapa bagus karyawan meraih tujuan mereka, dan lainnya adalah penilaian tahunan mereka.

Faktor-faktor di luar kontrol karyawan termasuk seberapa pentingnya pekerjaan mereka bagi bisnis, dan jika mereka memiliki keterampilan yang diharapkan perusahaan untuk digunakan dalam bisnis di masa depan.

3. Di masa depan, perusahaan akan menggunakan prestasi tim dan daya saing pasar dalam menentukan gaji

Setengah dari perusahaan yang disurvei mengatakan mereka berencana untuk mengubah skema pembayaran untuk kinerja, termasuk merevisi bonus tahunan dan meluncurkan program pengenalan.

Baca Juga: Bukan Diimingi Gaji Besar, Kalimat Sederhana Mampu Mengubah Karyawan Malas Jadi Rajin

Mereka juga akan memasukkan faktor-faktor baru ke dalam perhitungan kenaikan gaji. Ini termasuk berapa banyak potensi masa depan yang dilihat perusahaan dalam seorang karyawan, dan seberapa baik tim kerja mencapai tujuan mereka.

4. Pekerja yang tidak kompeten tetap mendapat bonus, sementara pekerja terbaik mendapatkan pemotongan insentif

Terlihatnya memang tidak adil, tetapi inilah hasil dari penelitian. Sepertiga perusahaan yang disurvei mengakui bahwa mereka masih membayar insentif kepada karyawan yang gagal memenuhi harapan.

Tetapi ketika anggaran untuk bonus menyusut, hampir 80 persen perusahaan mengatakan mereka akan memotong bonus dari karyawan terbaik terlebih dahulu, daripada karyawan lain. Karyawan terbaik juga mendapatkan potongan bonus lebih besar dari rata-rata karyawan.

5. Perusahaan-perusahaan Asia Pasifik tidak berpikir kesetaraan upah gender itu penting

Masalah lain yang ditemukan pada laporan adalah bahwa perusahaan di kawasan Asia Pasifik tidak terlalu peduli dengan kesetaraan gender, dibandingkan dengan perusahaan di Eropa dan AS.

Hanya sekitar 10% dari perusahaan Asia Pasifik yang memandang kesetaraan gender sebagai hal yang penting.

Maggy Fang, Willis Towers Watson, Asia Pacific Talent & Rewards menambahkan bahwa masih sangat sedikit wanita menduduki posisi senior, terutama di India, Jepang, dan Korea Selatan.

 (Feb)

(rhs)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini