Astra Bagi Dividen Interim Rp60/Saham

Selasa 02 Oktober 2018 13:49 WIB
https: img.okezone.com content 2018 10 02 278 1958542 astra-bagi-dividen-interim-rp60-saham-JblEHkUwhl.jpeg Ilustrasi: Shutterstock

JAKARTA – PT Astra International Tbk (ASII) akan membagikan dividen interim tunai dari laba tahun buku 2018 kepada pemegang saham. Perseroan akan membagikan dividen senilai Rp60 per saham. Tanggal akhir perdagangan saham dengan hak dividen alias cum dividen saham ASII di pasar reguler dan negosiasi pada 4 Oktober 2018, sementara cum dividen di pasar tunai pada 9 Oktober 2018.

Baca Juga: Anak Usaha Astra Terbitkan Obligasi Rp1,3 Triliun

Pada tanggal yang sama akan dilakukan pencatatan daftar pemegang saham yang berhak mendapatkan dividen atau recording date. Pemegang saham akan menerima pembayaran dividen interim pada tanggal 31 Oktober 2018. Disebutkan, pembagian dividen ini telah disetujui oleh dewan komisaris pada 27 September 2018. Besaran pembagian dividen ini mencapai 23,35% dari laba per saham ASII pada akhir Juni 2018 yang sebesar Rp257 per saham.

rupiah

Dividen yield ASII sebesar 0,81% jika dihitung dengan harga saham pada pukul 10.21 WIB pagi ini di level Rp7.425 per saham. Sebagai informasi, di paruh pertama 2018, PT Astra Internasional Tbk membukukan laba bersih Rp10,38 triliun. Angka ini naik 11% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp9,34 triliun.

Baca Juga: Usai Suntik Go-Jek Rp2 Triliun, Astra Siap Masuk Bisnis Fintech

Selain ditopang penjualan bisnis alat berat dan pertambangan, laba bersih Astra juga ditopang jasa keuangan grup, yang melebihi dari yang dapat diimbangi oleh pelemahan kontribusi dari kegiatan operasional agribisnis dan infrastruktur. Kenaikan laba bersih ini ditopang pendapatan bersih ASII yang naik 15% menjadi Rp112,55 triliun. Utang bersih, di luar Grup anak perusahaan jasa keuangan mencapai Rp6,6 triliun dibandingkan dengan nilai kas bersih sebesar Rp2,7 triliun pada 31 Desember 2017, hal ini disebabkan oleh investasi Grup pada bisnis jalan tol dan GO-JEK serta belanja modal pada bisnis kontraktor penambangan.

rupiah

Anak perusahaan Grup segmen jasa keuangan mencatat utang bersih sebesar Rp47,9 triliun, dibandingkan dengan Rp46,1 triliun pada akhir tahun 2017,”Kinerja Grup Astra hingga akhir tahun 2018 diperkirakan cukup baik, didukung dengan stabilitas pertumbuhan ekonomi Indonesia dan harga batu bara yang stabil, walaupun persaingan di pasar mobil dan melemahnya harga minyak kelapa sawit menjadi perhatian,” kata Presiden Direktur PT Astra International Tbk Prijono Sugiarto yang dikutip dari Harian Neraca, Selasa (2/10/2018).

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini