Gubernur BI Buka Rahasia soal Krisis 1998 dan IMF

Giri Hartomo, Jurnalis · Kamis 04 Oktober 2018 13:37 WIB
https: img.okezone.com content 2018 10 04 20 1959605 gubernur-bi-buka-rahasia-soal-krisis-1998-dan-imf-Kc1rWVtUS8.jpg Foto: Giri Hartomo

JAKARTA - Internasional Monetary Fund (IMF) merilis buku tentang kondisi perekonomian Indonesia selama dua dekade ini. Buku dengan judul Realizing Indonesia's Economic Potential menceritakan kemajuan perekonomian Indonesia selama dua dekade dilihat dari berbagai aspek.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan, dirinya mengapresiasi atas peluncuran buku ini. Sebab, dalam buku ini menceritakan bagaimana kondisi perekonomian Indonesia sejak terjadinya krisis 1997-1998.

"Setelah 98-98 krisis Indonesia saat ini telah berubah dibandingkan lalu. Pembuatan dan drafting-nya ini saya apresiasi. Ini sangat tepat waktu karena kita meluncurkan buku ini dalam menyambut Annual-Meeting IMF World Bank," ujarnya dalam acara peluncuran buku di Komplek Bank Indonesia, Jakarta, Kamis (4/10/2018).

 Baca Juga: Jelang Pertemuan di Bali, IMF Bedah Kekuatan Ekonomi Indonesia Lewat Buku

Menurut Perry, sejak 1998 Indonesia selalu mendapatkan tekanan dari berbagai pihak. Dan yang menurutnya sangat disukai adalah bagaimana selama masa krisis itu juga pemerintah Indonesia selalu memiliki cara untuk mengatasinya.

"Pertama buku ini menceritakan bagaimana Indonesia memiliki signfikan dan resilance saat ini dibandingkan dulu 97-98 krisis. Lebih dari itu Indonesia memiliki banyak eskternal tekanan Indonesia memiliki penanganan menghadapi tekanan-tekanan eksternal tersebut," jelasnya.

 

Tak hanya itu, buku ini juga membahas mengenai potensi besar perekonomian Indonesia selama dua dekade terakhir. Dari buku yang diluncurkan jelang pertemuan IMF itu menyebutkan jika Indonesia memiliki potensi yang sangat besar dan ini bisa menjadi stimulus untuk mendongkrak perekonomian Indonesia.

"Buku ini yang saya suka dari buku ini adalah mengulang bagaimana potensi besar Indonesia. Dengan reformasi infrastruktur dan ekonomi potensial meningkat 6,5% dengan kelanjutan reformasi infrastruktur, human resource dan lainnya menunjukkan bagaimana potensi ekonomi Indonesia yang terus maju ke depan," jelasnya.

 Baca Juga: Seminggu Jelang Pertemuan IMF-World Bank, Ini Permintaan Jokowi

Selain itu, dirinya juga sangat menyukai buku ini karena di dalamnya berisikan saran-saran kebijakan yang bisa dilakukan oleh pemerintah dan juga Bank Indonesia.

"Buku ini juga menyajikan saran kebijakan-kebijakan bagi Indonesia seperti advice infrastruktur reforma harus dilanjutkan terus," ucapnya

 Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Melemah Jadi Rp14.940 per Dolar AS

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini