nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Hanya 52 Diaspora Daftar CPNS, Ini Penjelasan BKN

Giri Hartomo, Jurnalis · Jum'at 12 Oktober 2018 06:22 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 10 11 320 1962863 hanya-52-diaspora-daftar-cpns-ini-penjelasan-bkn-sow8ULz8J7.jpg Foto: BKN (Giri/Okezone)

JAKARTA - Pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2018 sudah tembus 4 juta pelamar. Namun dari jumlah tersebut, hanya 52 pelamar diaspora yang berminat untuk mengikuti seleksi CPNS 2018.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Biro Humas Badan Kepegawaian Negara (BKN) Mohammad Ridwan mengatakan, minat diaspora alias Warga Negara Indonesia (WNI) yang berkarier di Luar Negeri untuk menjadi seorang PNS masih sangat kecil sekali. Sebab. penghasilan yang didapat di luar negeri jauh lebih besar dibandingkan harus menjadi seorang abdi negara.

"Peminatnya memang sedikit (formasi Diaspora)," ujarnya saat dihubungi Okezone.

 Baca Juga: Pelamar CPNS Sampai 4,05 Juta, Diaspora Hanya 52 Orang

Hanya saja lanjut Ridwan, untuk memastikan seberapa berminatnya diaspora untuk menjadi PNS, ada baiknya menunggu hingga pendaftaran CPNS 2018 ditutup. Pendaftaran CPNS 2018 sendiri rencanannya akan ditutup pada 15 Oktober 2018 mendatang.

 

Dirinya percaya jika formasi diaspora ini akan mendapatkan banyak respons yang baik dari pelamar. Sebab, dirinya percaya jika kedekatan keluarga akan menjadi faktor kunci para diaspora berpindah karier menjadi PNS di dalam negeri.

Baca Juga: 5 Fakta Seleksi CPNS 2018, Cari ASN Berkualitas hingga Peminat Sampai 4 Juta

Selain itu menurutnya, iklim penelitian di dalam negeri juga diproyeksikan akan menarik minat tenaga diaspora untuk mendaftar CPNS. Sebab menurutnya, iklim penelitian dalam negeri jauh lebih menantang dibandingkan harus berkarier di luar negeri.

 

Selain itu, remunerasi PNS pada masa sekarang juga jauh lebih baik dibandingkan dahulu. Itulah mengapa optimisme tersebut masih ada meskipun pendaftaran hanya menyisakan beberapa hari saja.

"Namun demikian, insentif untuk peneliti diaspora tidak harus berupa materi. Iklim penelitian yang lebih menarik dan menantang perlu dikembangkan," jelasnya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini