nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Baru Melantai di Bursa, Pergerakan Saham Super Energy Tidak Biasa

Rafida Ulfa, Jurnalis · Jum'at 12 Oktober 2018 11:26 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 10 12 278 1963020 baru-melantai-di-bursa-pergerakan-saham-super-energy-tidak-biasa-3HTStqjNKN.jpg Super Energi Melantai di Bursa Efek (Foto: Okezone)

JAKARTA - Saham PT Super Energy Tbk yang baru saja listing di Bursa Efek Indonesia (BEI) sudah dikenakan Unusual Market Activity (UMA). Penyebabnya adalah terjadi peningkatan harga dan aktivitas saham tersebut di luar kebiasaan (Unusual Market Activity/UMA).

"Dengan ini kami menginformasikan bahwa telah terjadi peningkatan harga saham dan aktivitas saham SURE yang di luar kebiasaan (UMA)," kata Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI Lidia M. Panjaitan, dilansir dari keterbukaan informasi, Jumat (12/11/2018).

Baca Juga: Melantai di Bursa, Superkrane Siap Kembangkan Bisnis Penyewaan Crane

Adapun informasi terakhir yang dipublikasikan oleh IDXNet yakni pada 13 Agustus 2018, terkait pencatatan saham. Oleh karena itu, sehubungan dengan terjadinya UMA atas saham AKSI, BEI mencermati perkembangan pola transaksi saham ini. Oleh karena itu, investor diminta memerhatikan jawaban perusahaan tercatat atas permintaan konfirmasi bursa.

Selain itu, BEI juga meminta mencermati kinerja perusahaan tercatat dan keterbukaan informasinya, mengkaji kembali rencana corporate action perusahaan tercatat apabila rencana tersebut belum mendapat persetujuan RUPS, dan mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul di kemudian hari sebelum melakukan pengambilan keputusan investasi.

Baca Juga: Melantai di Bursa, The Duck King Siap Ekspansi ke Vietnam hingga Myanmar

Super Energy resmi mencatatkan saham perdana atau Initial Public Offering (IPO) di BEI. Saham perseroan dicatatkan dengan kode SURE sebagai perusahaan ke-39 yang melantai di bursa tahun 2018.

Perusahaan yang bergerak di dalam bidang perdagangan minyak, gas bumi dan bidang investasi ini menawarkan 240 juta saham ke publik. Dengan demikian, perseroan akan mengantongi dana sekitar Rp37,2 miliar melalui hajatan ini. Rencananya dana hasil hajatan ini akan digunakan untuk melunasi utang kepada penyuplai dan rekanan kerja lain.

(Feb)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini