nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pertamina Gandeng Taiwan Bangun Pabrik Petrokimia USD6,49 Miliar

Koran SINDO, Jurnalis · Sabtu 13 Oktober 2018 15:21 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 10 13 320 1963510 pertamina-gandeng-taiwan-bangun-pabrik-petrokimia-usd6-49-miliar-eL22Fx6pwF.jpg Ilustrasi: Foto Shutterstock

JAKARTA – PT Pertamina (Persero) dan China Petroleum Corporation (CPC) Taiwan menandatangani Framework Agreement pengembangan proyek kompleks Petrokimia senilai USD6,49 miliar.

Ini merupakan investasi terbesar pada program Investasi BUMN untuk Negeri yang ditandatangani pada kegiatan Indonesian Investment Forum (IIF) di Bali kemarin. Kerja sama Pertamina dan CPC Taiwan dilakukan dalam bentuk pembangunan pabrik naphtha cracker dan unit pengembangan sektor hilir Petro kimia berskala global di Indonesia.

Rini Soemarno Buka Pameran Nusantara Paviliun Indonesia di Pertemuan IMF-World Bank Group

Menteri BUMN Rini M Soemarno mengatakan, pabrik naphtha cracker nantinya dapat menjadi substitusi impor sehingga berpotensi menghemat devisa negara hingga USD2,4 miliar per tahun.

“Kami mengapresiasi penandatanganan investasi ini. Kerja sama yang saat ini dilakukan merupakan komitmen kita bersama dalam upaya mengurangi impor,” ujar Rini dalam rilisnya di Jakarta.

Baca Juga: 19 Proyek Infrastruktur Raih Kucuran Rp152 Triliun di Pertemuan IMF-World Bank

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati menambahkan, melalui pembangunan pabrik petrokimia tersebut, Pertamina akan melakukan revamping kilang lama serta membangun petrokimia secara terintegrasi.

Framework Agreement ini dilakukan guna meningkatkan yield of valuable productdari produk-produk turunan yang dihasilkan kilang Pertamina. “Kerja sama ini menjadi momentum untuk memperkuat bisnis petro kimia Pertamina,” kata Nicke.

Proyek ini diharapkan mulai beroperasi pada 2026 dengan skema joint venture antara Pertamina, CPC Taiwan, dan beberapa mitra hilir potensial lainnya.

Baca Juga: Indonesia Dapat Komitmen Investasi di Bidang Infrastruktur Rp202 Triliun

Pabrik naphtha crackerdiharapkan akan memproduksi paling sedikit 1 juta ton ethylene pertahun dan membangun unit hilir yang akan memproduksi produk turunan kilang lainnya untuk memenuhi kebutuhan industri di Indonesia.

CPC Taiwan merupakan perusahaan milik negara Taiwan yang bergerak di bidang suplai produk perminyakan, raw and natural material untuk petrokimia. (Nanang Wijayanto)

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini