nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pidato 'Game of Thrones' Jokowi, Sri Mulyani: Keren Banget

Rafida Ulfa, Jurnalis · Minggu 14 Oktober 2018 16:11 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 10 14 20 1963833 pidato-game-of-thrones-jokowi-sri-mulyani-keren-banget-s7QcTlo83u.jpg Foto: Pertemuan IMF-World Bank (Heru/Okezone)

JAKARTA – Pidato ‘Game of Thrones’ yang disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendapatkan standing ovation dari para peserta IMF-World Bank di Bali dan juga pukau dunia.

Dalam membuka Rapat Pleno di acara Annual Meetings Plenary (Bussiness Meeting) di Bali, Jokowi menegaskan pentingnya negara-negara di dunia untuk bekerjasama di tengah persaingan ekonomi global. Presiden mengajak seluruh negara di dunia untuk tidak saling berseteru seperti cerita di serial TV terkenal ‘Game of Thrones’.

Baca Juga: Pidato 'Game of Thrones' Jokowi, seperti Apa Kondisi Ekonomi Global Saat Ini?

Pidato ini tak ayal mendapatkan sambutan meriah dan tanggapan positif dari para peserta. Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani juga menyampaikan kekagumannya pada pidato orang pertama di Indonesia itu.

“Hari ini pak Jokowi memberikan pidato keren banget. Dan hampir semua teman-teman saya menyampaikan bahwa beliau luar biasa. Kita harus bangga terhadap negara kita,” ujarnya seperti dikutip Okezone dari Facebook resmi Sri Mulyani, Minggu (14/10/2018).

Tak hanya menkeu, Direktur Pelaksana IMF, Christine Lagarde juga mengatakan bahwa dirinya tidak bisa menyaingi dalam menyampaikan pesan (pidato) seperti itu. Selain itu ada Presiden Bank Dunia Lim Yong Kim yang mengatakan, “ketika pak Jokowi pidato. Ah, sebaiknya saya pulang, karena sambutan saya tidak bisa lebih baik dari dia,” katanya.

Baca Juga: BI Dorong Penguatan Jaring Pengaman Keuangan Global

Menurut Pengamat Ekonom Universitas Indonesia, Fithra Faisal mengatakan, dirinya sangat sepakat ketika Presiden Jokowi dalam pidatonya itu menganalogikan Game of Thrones.

"Memainkan Game of Thrones, siapapun yang memainkan itu akan mati. Dalam konteks trade war antara AS-China, kalau ini terus terjadi ada kontraksi output global 0,8%. Artinya, ini sangat buruk sekali buat pelaku ekonomi atau buat negara dalam konteks global," kata Fithra.

(Feb)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini