Sri Mulyani Perkuat Hubungan Dagang RI dengan Afrika hingga Timor Leste

Rafida Ulfa, Jurnalis · Senin 15 Oktober 2018 13:55 WIB
https: img.okezone.com content 2018 10 15 320 1964219 sri-mulyani-perkuat-hubungan-dagang-ri-dengan-afrika-hingga-timor-leste-O5IFc1jQZa.jpg Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Facebook Sri Mulyani)

JAKARTA – Menteri Keuangan Sri Mulyani menghadir acara Business Luncheon on Indonesia Financing Scheme di tengah Pertemuan Tahunan IMF-WBG Bali 2018 di Nusa Dua Bali pada 14 September 2018. Forum ini membahas bentuk dukungan pemerintah Indonesia kepada industri strategis untuk melakukan ekspor ke negara prospektif, melalui skema Penugasan Khusus Ekspor (PKE) oleh Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI).

Dilansir Okezone dari Facebook resmi Sri Mulyani, Senin (15/10/2018), dengan mandat khusus kepada LPEI atau dikenal juga sebagai Indonesia Eximbank, maka BUMN dan swasta dapat meningkatkan perluasan pasar ekspor ke negara-negara prospektif seperti kawasan Afrika, Asia Selatan, dan Amerika Selatan.

“Saya juga mengajak pemerintah negara-negara tersebut untuk menjalin kerjasama dengan LPEI dalam rangka mendorong ekspor. Kepada Menteri Keuangan Afrika, Asia Tengah dan Timor Leste, secara khusus saya minta untuk dapat memperkuat hubungan perdagangan dan investasi,” ujar Sri.

Baca Juga: Ekspor Indonesia September Capai USD14,83 Miliar, Turun 6,58%

LPEI dibentuk untuk memperkuat pelayanan kepada sektor swasta dalam hal pembiayaan. LPEI juga telah mengembangkan instrumen pembiayaan dalam skema syariah.

Investasi dan ekspor merupakan dua kunci yang menjadi perhatian pemerintah untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi Indonesia. Untuk mendukung hal tersebut, serangkaian kebijakan fiskal pun dikeluarkan oleh Pemerintah Dalam hal ekspor, maka LPEI ditugaskan khusus untuk mendukung program ekspor nasional atas biaya pemerintah, melalui program PKE.

Baca Juga: Presiden Jokowi ke Pengusaha Wanita: Pasar Asia dan Afrika Masih Luas

“Kesiapan industri strategis Indonesia untuk ekspor meliputi konstruksi, farmasi, pesawat udara, kereta api, dan pertambangan, yang telah memiliki daya saing untuk turut meramaikan perdagangan internasional dan investasi luar negeri,” jelasnya.

Pada kesempatan tersebut, LPEI memperlihatkan implementasi kongkret program PKE dengan melakukan penandatanganan nota kesepahaman dengan PT Timah Tbk. dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. untuk pengerjaan proyek bersama dan komitmen LPEI untuk memberikan dukungan pembiayaan investasi serta modal kerja ekspor.

LPEI didirikan pemerintah untuk menumbuhkan ekspor nasional, melalui peningkatan daya saing melalui fasilitasi berbentuk pembiayaan, asuransi, penjaminan dan jasa konsultasi.

 (Feb)

(rhs)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini