Kisah Shaquille yang Pernah Mentertawakan Bos Starbucks

Koran SINDO, Jurnalis · Kamis 18 Oktober 2018 14:34 WIB
https: img.okezone.com content 2018 10 18 320 1965731 kisah-shaquille-yang-pernah-mentertawakan-bos-starbucks-UGrx9dDnWr.jpg Starbucks (Foto: reuters)

SUATU saat Henry Ford, pendiri perusahaan mobil Ford, ditanya tentang apakah seorang pengusaha sukses adalah pengusaha yang tidak pernah melakukan kesalahan?

Henry Ford sempat terdiam, namun dengan bijak menjawab, “Kesalahan justru adalah kesempatan untuk kembali melakukan sesuatu. Namun, kali ini dengan lebih teliti.” Berbicara kesalahan, Shaquille O’Neal sekalipun saat ini kaya raya tidak hanya dari basket tapi juga bisnis, ternyata kerap melakukan banyak kesalahan. Dia mengatakan kesalahan tersebut umumnya terjadi karena keegoan dan ketidaktahuan. Salah satu kesalahan yang paling dia ingat adalah saat dia menutup mata dari gerai kopi Starbucks. Suatu saat Howard Schultz, pendiri Starbucks, datang kepada dirinya untuk bekerja sama.

Baca Juga: Bisikan ke Menko Luhut: Daripada Starbucks di Bandara Mending Starprogo

“Waktu itu dia bilang ingin membuka lebih banyak lagi gerai Starbucks. Terutama di wilayah-wilayah yang banyak Afro-Amerika,” kata Shaq, panggilan akrabnya. Shaq mengaku langsung tertawa mendengar ajakan tersebut. Dia malah meledek Howard Schultz dengan mengatakan seumur-umur jadi orang hitam, dia tidak pernah melihat warga Afro-Amerika yang minum kopi. “Kalau enggak susu, ya minum cokelat panas,” katanya tertawa. Tawaran itu akhirnya ditolak Shaq dan Howard Schultz kemudian mengalihkannya kepada orang lain yang juga kawan dekat Shaq, Magic Johnson.

Isu Rasial, Starbucks Tutup 8.000 Kedai di Amerika Serikat 

Beberapa tahun kemudian, Shaq kemudian melihat betapa penolakan tersebut justru terasa seperti kopi pahit. Dia melihat gerai Starbukcs muncul di mana-mana. Tidak seperti dia bayangkan sebelumnya , warga Afro-Amerika malah banyak yang minum kopi di Starbucks. “Setiap kali saya melihat Starbucks, saya jadi merasa kecewa sekali,” katanya serius. Selain Starbucks, ada cerita lainnya ketika Shaq terlalu menuruti keinginannya ketimbang kalkulasi bisnis. Beberapa di antaranya saat dia membuat film perdana berjudul Kazaam dan video game bernama Shaq Fu. “Namanya anak muda saat itu saya senang sekali bisa main film. Belum lagi diri saya yang dijadikan tokoh sentral sebuah permainan game konsol,” katanya. Sayang kedua bisnis tersebut justru jatuh di pasaran.

Baca Juga: Tandingi Starbucks, The Coffee Bean & Tea Leaf Siap Buka 100 Gerai

Film Kazaam malah mendapatkan kritikan yang tajam dan kurang mendapatkan perhatian masyarakat. Begitu juga dengan video game Shaq Fu yang tidak memenuhi tuntutan produksi. Namun seperti yang dikatakan Henry Ford, Shaq menjadikan kesalahan demi kesalahan itu sebagai pelajaran untuk lebih baik lagi dalam berbisnis. Dia saat ini tetap melanjutkan kariernya di film layar lebar. Bedanya kali ini dia lebih memilih menjadikan dirinya sebagai pemain ketimbang investor. Begitu juga dengan permainan video game yang Shaq coba kembali lakukan. Kali ini dia berusaha sebaik mungkin agar video game bernama sama tersebut, Shaq Fu, bisa diterima baik dengan masyarakat.

“Dulu saya hanya terima ketika video game itu dibuat. Sekarang berbeda karena setiap harinya saya selalu melihat langsung perubahan demi perubahan yang dibuat,” ucap Shaq.

(Wahyu Sibarani)

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini