Share

Perkembangan Pembangunan Listrik di Sumut, dari Krisis hingga Surplus

Erie Prasetyo, Jurnalis · Sabtu 27 Oktober 2018 21:25 WIB
https: img.okezone.com content 2018 10 27 320 1969836 perkembangan-pembangunan-listrik-di-sumut-dari-krisis-hingga-surplus-jUpIIPXMec.jpg Pengecekan kesiapan peralatan pasukan PDKB. (Foto : Ist)

MEDAN – Pembangunan infrastruktur energi listrik di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) berkembang pesat. Krisis listrik yang dulu terjadi kini telah surplus.

Ketersediaan listrik yang sudah surplus, jadi tantangan baru bagi Perusahaan Listrik Negara (PT. PLN). Kini, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu membuat strategi pemasaran agar investor berminat menanamkan modal di Sumut.

Dari data realisasi daya listrik dari bulan Januari hingga September 2018, beban puncak Sumut rata-rata sebesar 1.832,57 MW. Sedangkan cadangan (surplus) rata-rata sebesar 300 MW.

Sebelum surplus terjadi, di Sumut sempat terjadi defisit energi listrik, bahkan Sumut sempat disebut mengalami krisis listrik pada tahun 2014 sampai 2016.

Krisis pasokan listrik di Sumut terjadi karena banyak pembangkit masuk masa pemeliharaan dan beberapa proyek pembangkit listrik tidak dapat diselesaikan kontraktor sesuai komitmen.

Dari data yang diperoleh, pada Maret 2014, beban puncak mencapai 1.655 MW. Sementara daya ketersediaan listrik sebesar 1.376 MW. Sehingga defisit 279 MW.

Kala itu, Pemadaman listirk sering terjadi setiap hari, bahkan pemadaman listrik terjadi sebanyak 3 kali sehari. Kondisi itu membuat masyarakat kelimpungan.

Bagi pelaku usaha dan industri, krisis listrik kala itu sangat merugikan. Jumlah produksi menurun dan beban biaya produksi meningkat akibat pemadaman listrik.

Pengecekan kesiapan peralatan pasukan PDKB. (Foto : Ist)

Hal itu berdampak bagi pertumbuhan ekonomi di Sumut. Banyak stake holder yang mencari solusi atas bermasalah tersebut. Rencana pengoptimalan pembangkit listrik yang ada di Sumut sampai penyewaan genset dari luar negeri pun sempat diwacanakan.

Solusi atas krisis listrik di Sumut akhirnya terjawab dengan hadirnya Kapal Karadeniz Powership Onur Sultan, kapal pembangkit listrik Marine Vessel Power Plant (MVPP).

Kapal pembangkit listrik asal Turki berdaya 240 MW itu membuat PLN bisa memenuhi kebutuhan listrik di wilayah Sumatera bagian utara (Sumbagut). Krisis listrik pun bisa teratasi pada bulan Juni 2017.

Selain MVPP, nantinya Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Sarulla di Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara dengan daya sebesar 330 MW akan memperkuat cadangan listrik di Sumut.

"Dengan adanya PLTP Sorik Merapi,‎ Pangkalan Susu 3 dan 4 PLTU membuat semakin banyak tenaga listrik untuk menambahkan kekuatan cadangan daya listrik di Sumatera Utara," jelas General Manager PLN Wilayah Sumatera Utara Feby Joko Priharto.

Walaupun energi listrik di Sumut telah surplus, bukan berarti bisa langsung bisa disalurkan ke semua daerah di Sumut. Beberapa daerah di Sumut belum bisa dimasuki listrik lantaran belum adanya infrastruktur pendukung.

Infrastruktur pendukung yakni jalan umum dan ketersediaan lahan. Dua hal itu merupakan hal yang penting untuk membangun jaringan listrik.

Membangun jaringan listrik di Sumut bukanlah hal yang mudah. Tingginya kejadian konflik agraria di Sumut juga jadi risiko bagi para pegawai PLN saat proses pembangunan jaringan listrik.

Bahkan, konflik sosial sudah sering dirasakan oleh pegawai PLN. Penghadangan hingga cek-cok dengan masyarakat dan pihak perusahaan sudah jadi 'makanan pekerjaan' bagi mereka.

Agar kendala di lapangan bisa diselesaikan dengan baik, pendekatan dan edukasi dilakukan PLN untuk membuat masyarakat paham bahwa pembangunan listrik di Sumut sangat penting untuk memajukan pembangunan secara keseluruhan.

“Ada beberapa masyarakat di daerah yang kurang paham tentang pentingnya aksesibilitas listrik. Kita terus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat sebelum membangun jaringan listrik. Pernah ada yang mengancam bunuh diri karena rumahnya berada dekat pembangunan jaringan listrik. Tentunya PLN memberikan kompensasi. Lalu setelah kita upaya edukasi lagi, akhirnya dia paham dan mendukung,” kata Andi Rizki, Asisten Manajer Pertanahan PT PLN Unit Induk Pembangunan (UIP) 2 di Medan.

PLN Sumut merencanakan seluruh daerah di Sumut akan teraliri listrik 100 persen pada tahun 2019. PLN telah membuat nota kesepahaman bersama pemerintah daerah untuk mendukung merealisasikan program tersebut.

Sedangkan untuk memaksimalkan pemasaran listrik, PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Sumut telah membuat beberapa program. PLN menghadirkan produk pemasaran, yakni, layanan satu pintu, layanan satu harga, layanan supersonik dan layanan agresif turbo.

PLN memberikan layanan prima untuk mendukung pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). PLN juga fokus memberikan layanan listrik dalam beberapa program untuk bidang pariwisata.

Menanggapi perkembangan pembangunan energi listrik di Sumut, Asisten Ombudsman RI Perwakilan Sumut, Ricky Hutahaean mengatakan, saat ini sangat jarang terjadi pemadaman listrik.

“Paling kalau ada pemadaman listrik terjadi karena perbaikan jaringan yang akan dialihkan ke jaringan bawah tanah. Di Sumut sudah jarang listrik padam,” kata Ricky di Medan, Sabtu (27/10/2018).

Menurutnya ada tiga hal yang menyebabkan pemadaman listrik, yakni defisit listrik, peralihan (pemindahan sistem kelistrikan) dan gangguan (akibat cuaca buruk, bencana, pohon tumbang dan hewan yang menggangu jaringan listrik).

Walaupun perkembangan pembangunan listrik telah optimal, namun dia menyarankan agar PLN perlu melakukan evaluasi di beberapa program yang telah berjalan.

“Berdasarkan laporan yang masuk ke Ombudsman RI Perwakilan Sumut, PLN banyak dikeluhkan mengenai kegiatan P2TL yang dilakukan oleh petugas PLN. Untuk pelayanan call center dari PLN melalui 123, masih tergolong lambat eksekusinya, sehingga pelanggan harus menghubungi 123, dua sampai tiga kali baru PLN melakukan pengerjaan gangguan,” jelasnya.

Menurutnya, layanan di bidang kelistrikkan harus terus ditingkatkan karena energi listrik sangat dibutuhkan masyarakat untuk kehidupan harian dan membangun ekonomi.

“Secara keseluruhan, layanan PLN sudah ada kemajuan. Tapi harus terus ditingkatkan. Kemajuan di bidang kelistrikkan pasti akan memperkuat pembangunan Sumut di banyak sektor,” pungkas Ricky.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini