nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

IPO, Saham YELO Naik 48% ke Rp560

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Senin 29 Oktober 2018 10:18 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 10 29 278 1970237 ipo-saham-yelo-naik-48-ke-rp560-0lpSZuNdub.jpg IPO Yelooo (Foto: Yohana/Okezone)

JAKARTA - PT Yelooo Integra Datanet Tbk (Passpod) resmi mencatatkan saham perdana atau Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI). Emiten dengan kode saham YELO tersebut jadi perusahaan ke-46 yang melantai di BEI pada tahun 2018.

Emiten pertama dari inkubator BEI yang melakukan pencatatan saham perdanan ini, melepas 130 juta lembar saham baru atau 34,21% dari modal ditempatkan. Adapun harga penawaran Rp376 per lembar.

Dengan demikian, perusahaan yang bergerak di jasa penyewaan modem wifi untuk perjalanan ke luar negeri itu, akan meraup dana segar sebanyak Rp48,88 miliar.

Baca Juga: BEI-Bekraf Percepat Pertumbuhan Stratup lewat Platform GSI

Pada pembukaan perdagangan, saham YELO naik 184 poin atau 48,94% ke level Rp560 per lembar saham dari harga pembukaan Rp376. Saham YELO ditransaksikan sebanyak 1 kali dengan volume sebanyak 10 lot dan menghasilkan nilai transaksi Rp560.000.

"Dengan IPO ini, YELO menjadi perusahaan ke-608 yang melantai di BEI. Ini juga binaan inkubator pertama yang melakukan pencatatan saham. Kami pesan untuk perusahaan semakin menerapkan good governance, meningkatkan performa keuangan perusahaan, mampu maintainance," ujar Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan BEI Kristian Sihar Manulang dalam pembukaan perdagangan di Gedung BEI, Jakarta, Senin (29/10/2018).

Baca Juga: Jumlah Start Up Unicorn Indonesia Tandingi Uni Eropa

Sementara itu, Direktur Utama Yelooo Integra Datanet Hiro Whardana menyatakan, IPO menjadi langkah awal perusahaan untuk pengembangan bisnis Passpod ke mancanegara.

"Sebagai perusahaan rintisan tidak ada pilihan lain untuk bahu membahu menjadi besar. Kami akan jadikan IPO semangat komitmen untuk tumbuh" katanya dalam kesempatan yang sama.

Adapun dana IPO akan digunakan untuk ekspansi bisnis ke lima negara di Asia Tenggara yakni Malaysia, Singapura, Vietnam, Thailand dan Korea Selatan. Menurut Hiro, hal itu juga bertujuan untuk menarik turis dari luar negeri Indonesia.

"Penggunaan dana IPO sebanyak 70% akan digunakan untuk pengembangan aplikasi. Tujuannya untuk mempercepat pertumbuhan perusahaan," katanya.

(Feb)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini