nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menaker Klaim Pasar Tenaga Kerja RI Berkembang Positif

Taufik Fajar, Jurnalis · Selasa 30 Oktober 2018 13:38 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 10 30 320 1970908 menaker-klaim-pasar-tenaga-kerja-ri-berkembang-positif-diurK73Abk.jpg Menaker Buka Expo Tenaga Kerja Disabilitas (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri Ketenegakerjaan (Menaker) Hanif Dhakiri mengatakan situasi pasar tenaga kerja Indonesia kini berkembang secara positif sebagai akibat dari pembangunan ekonomi yang dilakukan secara terencana.

"Beberapa fakta positif tersebut dapat terlihat dari pertumbuhan ekonomi meningkat yang dari 4,88% di tahun 2015 menjadi 5,02%, di tahun 2016 dan tahun 2017 meningkat pada 5,09 %," kata Hanif di Kementerian Ketenegakerjaan, Jakarta, Selasa (30/10/2018).

Baca Juga: Menaker Minta Setiap Perusahaan Wajib Pekerjakan 1% Penyandang Disabilitas

Dia juga menjelaskan, bahwa meningkatnya PDB per-kapita USD3.372,9 pada tahun 2015 meningkat menjadi USD3.605,1 dan naik menjadi USD3.876,8 tahun 2017. Dan turunnya angka kemiskinan dari 10,86% bulan Maret tahun 2016 menjadi 10,64% bulan Maret 2017, dan menurun lagi menjadi 9,82% pada bulan Maret 2018.

"Serta turunnya ketimpangan yang diukur dari Gini rasio dari 0, 397 bulan Maret tahun 2016 menjadi 0,393 bulan Maret. Dalam ketenagakerjaan, kinerja pemerintah tersebut dapat menurunkan jumlah pengangguran dan tingkat pengangguran," jelasnya.

Baca Juga: Pekerjaan di 10 Negara Ini Rentan Digantikan dengan Robot

Dia menuturkan, pada Februari 2017 jumlah penganggur sebanyak 7,01 juta orang dengan tingkat pengangguran terbuka sebesar 6,33% dan pada Februari 2018 jumlah penganggur menurun menjadi 6,87 Juta orang dengan tingkat pengangguran terbuka sebesar 5,13%. Tingkat pengangguran terendah dalam sejarah bangsa Indonesia," tuturnya.

Sementara itu, lanjut dia, berdasarkan data Wajib Lapor Ketenagakerjaan di Perusahaan per Oktober 2018 terdapat 440 perusahaan dengan tenaga kerja secara keseluruhan sebanyak 237.613 dan telah mempekerjakan disabilitas dengan sebanyak 2.851 orang, secara prosentase mencapai 1,2%.

"Ini menunjukan penempatan tenaga kerja Formal bagi disabilitas sudah dapat diterima baik oleh perusahaan, tapi bagaimana dengan perusahaan lainnya yang belum menerima tenaga kerja disabilitas?," ungkapnya.

(Feb)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini