nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bank Dunia Minta Pemerintah Investasi Besar di Pendidikan dan Kesehatan

Senin 05 November 2018 12:31 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 11 05 20 1973428 bank-dunia-minta-pemerintah-investasi-besar-di-pendidikan-dan-kesehatan-SOKT4W9Q4s.jpg Ilustrasi: Foto Shutterstock

JAKARTA - Bank Dunia dalam Laporan Pembangunan Dunia (World Development Report) 2019 yang dipresentasikan di ibu kota Swiss, Bern, meminta pemerintah di seluruh dunia untuk berinvestasi lebih besar di pendidikan dan kesehatan.

Bank Dunia mengatakan bahwa teknologi-teknologi yang mengganggu mengubah dunia kerja secara global, laporan itu juga menyerukan agar para pekerja dilindungi dari dampak sosial negatif serta memperkuat mobilisasi sumber daya keuangan di negara-negara berkembang. Demikian seperti dikutip Harian Neraca, Jakarta, Senin (5/11/2018).

 Baca Juga: Bank Dunia Sebut Ekonomi Indonesia Lebih Kuat

Sekretariat Negara untuk Urusan Ekonomi Swiss dan Bank Dunia bersama-sama menyelenggarakan acara peluncuran laporan tahunan bank, terutama yang berkaitan dengan dampak teknologi pada pekerjaan dan apa yang dapat dilakukan pemerintah terkait dengan modal sumber daya manusia, perlindungan sosial dan sistem perpajakan.

Menurut laporan terbaru itu, investasi dalam sumber daya manusia harus menjadi prioritas bagi pemerintah-pemerintah agar pekerja dapat membangun keterampilan yang dibutuhkan di pasar tenaga kerja.

 Baca Juga: Bank Dunia: Langkah RI Stabilkan Rupiah Sudah Tepat

Selain itu, laporan itu menyarankan, pemerintah-pemerintah perlu meningkatkan perlindungan sosial dan memperluasnya kepada semua orang di masyarakat, terlepas dari syarat-syarat di mana mereka bekerja.

Laporan tersebut juga menemukan bahwa meskipun kekhawatiran bahwa robot akan mengambil pekerjaan dari orang-orang telah mendominasi diskusi tentang masa depan kerja, pada keseimbangan ini tampaknya tidak mungkin.

"Secara keseluruhan, teknologi membawa peluang, membuka jalan untuk menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan produktivitas, dan memberikan layanan publik yang efektif," katanya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini