LRT Jabodebek Bakal Dioperasikan Tanpa Masinis

Andrea Heschaida Nugroho, Jurnalis · Senin 05 November 2018 17:20 WIB
https: img.okezone.com content 2018 11 05 320 1973609 lrt-jabodebek-bakal-dioperasikan-tanpa-masinis-6szR8DGOi4.jpg LRT Jabodebek (Foto: Antara)

JAKARTA – Moda transportasi massal, LRT Jabodebek menggunakan teknologi terdepan. Transportasi berbasi rel ini akan menggunakan driverless atau tanpa masinis dalam pengoperasiannya.

Dilansir dari Instagram Kementerian BUMN, Senin (5/11/2018), LRT Jabodebek akan menggunakan sistem driverless dalam pengoperasiannya, walaupun begitu, tetap akan ada petugas yang memastikan LRT berjalan dengan baik.

Rangkaian LRT Jabodebek ini dapat melaju dengan kecepatan maksimal 100km/jam.

Baca Juga: Menhub: Plafon Stasiun LRT Palembang yang Roboh Sudah Diperbaiki

Pembuatan teknologi driverless ini merupakan komitmen beberapa BUMN yang tergabung dalam konsorsium pembangunan LRT, karena proyek pengembangan kereta ini diharuskan untuk memiliki teknologi baru agar ada peningkatan dalam bidang teknologi.

Sebelumnya, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menargetkan light rail transit (LRT) Jabodebek beroperasi pertengahan 2019. Progres pembangunan moda transportasi berbasis rel itu sekitar 46%. Hampir seluruh jalur sudah tersambung dan siap diuji coba tahun depan.

Baca Juga: Tarif LRT Palembang Turun Jadi Rp7.000 Mulai 1 November

Panitia Pembuat Komitmen (PPK) Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kemenhub Jumardi mengatakan, jalur yang belum terbangun hanya tersisa 500 meter di wilayah Jakarta dan sisanya di Bekasi.

“Pembangunan sedang dikebut. Mudah-mudahan pertengahan tahun depan bisa digunakan,” ujarnya, kemarin.

Menurut dia, LRT merupakan salah satu proyek strategis nasional untuk menekan beban kemacetan di jalan raya. Di Jawa Barat, LRT melintasi lima daerah, yakni Depok, Kota Bogor, Kabupaten Bogor, Kota Bekasi, serta Kabupaten Bekasi.

“Depok sudah seluruhnya. Bogor juga demikian, kemudian di Kota Bekasi tinggal beberapa saja seperti halnya di Kelurahan Jakasampurna masih ada sekitar 32 bidang lagi. Kami harapkan bulan ini segera dibayarkan, termasuk juga di Kabupaten Bekasi,” ungkapnya.

 

(Feb)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini