nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tambahan Bantuan Sosial Turunkan Angka Kemiskinan

Kuntadi, Jurnalis · Rabu 07 November 2018 19:16 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 11 07 320 1974716 tambahan-bantuan-sosial-turunkan-angka-kemiskinan-m5SZwJJH1f.jpg Potret Kemiskinan Indonesia (Foto: Okezone)

SLEMAN – Kementerian Sosial yakin angka kemiskinan akan terus menurun, seiring meningkatnya bantuan sosial kepada masyarakat. Pada akhir 2019, ditargetkan kemiskinan tinggal 9,2-9,3%.

Menteri Sosial (Mensos) Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, sesuai dengan data yang dirilis BPS (Dadan Pusat Statistik) yang pada bulan Maret, angka kemiskinan sebesar 9,82%. Sepanjang 10 tahun terakhir, ini merupakan angka terendah.

“Capaian ini harus dipertahankan di 2019,” ujar Agus pada Evaluasi Pelaksanaan Bantuan Sosial Pangan, Direktorat Penanganan Fakir Miskin Perkotaan Wilayah II Tahun 2018” di The Rich Sahid Hotel, Yogyakarta, Rabu (7/11/2018).

Baca Juga: Bagaimana Caranya Tekan Angka Kemiskinan di Jawa Barat?

Titik Terendah Persentase Kemiskinan sejak Tahun 1999

Pada 2018 Kemensos telah mengalokasikan anggaran bansos senilai Rp35 triliun. Namun di 2019 mendatang akan meningkat hingga 38,8% atau sekitar Rp50 triliun. Diharapkan dengan meningkatnya bantuan ini akan mampu untuk mengoptimalkan program BPNT yang dirasakan lebih cepat menciptakan masayrakat profuktif.

Baca Juga: Perangi Kemiskinan, Sri Mulyani Soroti Kualitas SDM Indonesia

Titik Terendah Persentase Kemiskinan sejak Tahun 1999

Keberhasilan menekan angka kemiskinan ini, kata Agus, tidak lepas dari kerjasama antar kementerian dan lembaga lain. Namun dari hasil evaluasi, bansos berupa Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), dan Bantuan Beras Sejahtera (Rastra) memberikan kontribusi yang sangat besar.

Dihadapan peserta rakor, Mensos berpesan ke depan agar pengawasan penyaluran bansos terus ditingkatkan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Hal ini agar prinsip tepat sasaran, tepat jumlah, tepat waktu, tepat kualitas, tepat harga dan tepat adminitrasi (6T) terwujud di lapangan.

 (Feb)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini