nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Banyak yang Tua, SKK Migas: Saatnya Cari Sumber Minyak Baru

Giri Hartomo, Jurnalis · Kamis 08 November 2018 13:41 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 11 08 320 1975041 banyak-yang-tua-skk-migas-saatnya-cari-sumber-minyak-baru-tT6uGUURKL.jpg Kepala SKK Migas Amien Sunaryadi (Foto: Giri/Okezone)

JAKARTA - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) tengah mengupayakan pencarian potensi minyak baru maupun yang sudah ada. Pasalnya, hampir seluruh lapangan migas yang ada di Indonesia sudah berumur di atas 25 tahun.

Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Amien Sunaryadi mengatakan, eksplorasi sangat penting untuk meningkatkan kapasitas produksi minyak dalam negeri. Sebab, jika hal tersebut tidak dilakukan, akan menimbulkan rentetan risiko bagi perekonomian negara.

Dengan menurunya produksi, maka Indonesia harus mengimpor minyak dari luar negeri untuk memenuhi konsumsi dalam negeri. Jika terus mengimpor maka kebutuhan akan dolar akan meningkat dan akan mengakibatkan pelemahan terhadap nilai tukar Rupiah.

Baca Juga: Peserta Lelang Wilayah Kerja Migas Bebas Biaya Akses Data

"Kenapa turun lifting migas di Indonesia. Ini lapangannya gini. Ini fakta negara kita seperti ini. Jadi yang harus dicari adalah bagaimana mengatasi ini ke depan," ujarnya dalam acara Sarasehan Media SKK Migas di Kawasan Petro Tekno Ciloto, Cianjur, Kamis (8/11/2018).

Oleh karena itu perlu langkah explorasi potensi minyak baru. Meskipun tidak mudah bagi pemerintah untuk meningkatkan produksi. Sebab, untuk mencari lapangan migas, butuh waktu dan biaya tak sedikit.

Untuk biaya explorasi, perusahaan harus mengeluarkan uang mulai dari eksplorasi, pengeboran, pembangunam fasilitas hingga perawatan rutin selama produksi berlangsung.

"Discovery besar itu jalan untuk bangsa Indonesia ke depan," ucapnya.

Baca Juga: 3 Kendala Penghambat Eksplorasi Migas

Selain itu, lanjut Amien, dibutuhkan komitmen kuat dari pemerintah untuk melakukan eksplorasi sumber minyak baru. Sebab meskipun memiliki uang yang cukup besar, tanpa komitmen pasti maka tidak akan terealisasi.

Sebab menurut Amien, selama ini pemerintah tidak serius dalam melakukan eksplorasi untuk menemukan sumber-sumber migas baru. Sejak 2010 sampai 2019, biaya eksplorasi yang dianggarkan dalam APBN melalui Badan Geologi Kementerian ESDM hanya Rp1,02 triliun.

Angka tersebut menurut Amien sangatlah kecil dibandingkan negara lainya. Padahal Indonesia merupakan negara yang diyakini memiliki sumber daya alam yang sangat besar, seharusnya mengeluarkan modal yang lebih besar dari itu.

"Kita sejak dulu kurang eksplorasi. Kalau dicari di APBN, pada orde lama, orde baru itu tidak ada alokasi dana untuk eksplorasi. Pada zaman reformasi ada tetapi kecil. Akhir-akhir ini saja mulai besar, tetapi itu terbukti belum mampu membuahkan penemuan lapangan migas besar," jelasnya.

 (Feb)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini