nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ribuan Tenaga Kerja Kontrak Kota Bekasi Belum Digaji

Koran SINDO, Jurnalis · Kamis 08 November 2018 14:19 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 11 08 320 1975062 ribuan-tenaga-kerja-kontrak-kota-bekasi-belum-digaji-oAQCcX1yyy.jpeg Gaji (Ilustrasi: Shutterstock)

BEKASI – Ribuan tenaga kerja kontrak (TKK) di lingkungan Pemkot Bekasi belum menerima gaji selama satu bulan (Oktober). Bukan hanya pegawai kontrak, tambahan penghasilan pegawai (TPP) atau tunjangan pegawai negeri sipil (PNS) juga telat di berikan, padahal besarannya sudah dipotong 40% oleh pemerintah daerah.

“Jangankan gaji bulan Oktober, penandatanganan berkas gaji saja belum kita tanda tangani. Seharusnya berkas sudah kita teken akhir Oktober lalu,” kata AG, 28, pegawai kontrak di Kota Bekasi.

Baca Juga: Daftar Gaji Karyawan 2018 dari yang Paling Kecil hingga Terbesar

Dia terpaksa menggunakan uang tabungan sebesar Rp5 juta untuk menutupi kebutuhan keluarga bulan ini. Seharusnya gaji Oktober sudah diterima pegawai kontrak pada 1-3 November ini. Dia tidak tahu sampai kapan gajinya dibayarkan oleh pemerintah daerah. AG dan rekan-rekannya juga tidak mendapat informasi lebih lanjut dari Pemkot Bekasi.

Namun dari informasi yang berkembang, pemicu keterlambatan pembayaran gaji TKK dan tunjangan PNS karena adanya defisit anggaran sebesar Rp900 miliar. Pemkot Bekasi kemudian membentuk tim di 56 kelurahan untuk menagih pajak bu mi dan bangunan (PBB) masyarakat guna menutupi kekurangan anggaran tersebut. Pegawai lainnya, TD, 35, mengaku bingung belum menerima gaji hingga hari ini (kemarin). “Kalau tidak digaji sampai akhir Desember, ya saya enggak tahu pakai uang dari mana untuk menutupi kebutuhan hidup,” ujarnya. Bahkan, WH, 26, pegawai kontrak lainnya, mengaku sampai menjual cincin emas ibu mertuanya seharga Rp1,2 juta untuk keperluan sehari-hari.

rupiah

Dia terpaksa melakukan itu karena ketiadaan uang tabungan. Biasanya keterlambatan pembayaran gaji rutin dialami TKK pada awal tahun karena menunggu pengesahan APBD Kota Bekasi. “Gaji kami dari APBD beda dengan PNS yang gajinya dari APBN. Untuk tunjangan PNS memang diambil da ri APBD. Kalau mereka enggak dapat tunjangan, kami lebih parah enggak terima gaji,” kata TD. Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Bekasi Sopandi Bu diman mengatakan, pemberian gaji TKK dan tunjangan PNS masih dalam tahap proses pencairan. Dia berharap bulan ini hak-hak pegawai sudah bisa dibayarkan. Saat ini jumlah pegawai kontrak di lingkungan Pemkot Bekasi mencapai 11.388 orang.

Baca Juga: Menteri Hanif Ungkap Tuntutan Pengusaha ke Pekerjanya

Pegawai paling banyak berada di Dinas Pendidikan dengan 2.297 orang, disusul Dinas Pemadam Kebakaran 970 pegawai, Dinas Perhubungan 603 orang, dan sisanya tersebar di dinas/instansi lain. Ketua Komisi A DPRD Kota Bekasi Chairoman J Putro mengkritisi banyaknya jumlah TKK di lingkungan Pemkot Bekasi. Tingginya jumlah TKK berimplikasi pada postur keuangan daerah karena gaji mereka berasal dari APBD. Apalagi, kebutuhan untuk membayar gaji TKK mencapai Rp50 miliar-60 miliar tahun ini.

“Seharusnya pemerintah daerah menganalisa terlebih du lu supaya mendapat gambaran berapa banyak TKK yang dibutuhkan sehingga disesuaikan di masing-masing dinas dan kemampuan keuangan daerah,” ujarnya. Dia menambahkan, dampak langsung keterlambatan pembayaran gaji TKK adalah pegawai yang setiap hari mengabdi di lingkungan Pemkot Bekasi.

(Abdullah M Surjaya)

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini