nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

BEI Beberkan Manfaat Penerapan Settlement T+2, Apa Saja?

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Jum'at 09 November 2018 19:33 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 11 09 278 1975749 bei-beberkan-manfaat-penerapan-settlement-t-2-apa-saja-OAzXJqumn4.jpg Persiapan Implementasi Transaksi Bursa ke T+2 (Foto: Yohana)

JAKARTA - Bursa Efek Indonesia (BEI) pastikan implementasi percepatan siklus penyelesaian transaksi bursa (settlement) T+2 akan berlangsung pada tanggal 26 November 2018. Bila sebelumnya menggunakan sistem T+3 yakni penyelesaian transaksi memakan waktu hari, maka akan lebih cepat menjadi dua hari.

Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Laksono Widodo mengatakan, salah satu tujuan penerapan T+2 yakni untuk meningkatkan competitiveness di pasar modal.

“Memang untuk meningkatkan competitiveness. Di Asean, Malaysia itu malah belum. BEI jadi kedua yang terapkan setelah Thailand, sedangkan negara-negara lain sudah melakukan T+2,” jelas dia dalam konferensi pers di Gedung BEI, Jakarta, Jumat (9/11/2018).

Baca Juga: Transaksi Harian BEI Meningkat, Asing Catat Aksi Beli Rp3,78 Miliar dalam Sepekan

Selain untuk meningkatkan competitiveness, Laksono mengatakan, implementasi T+2 juga meningkatkan efisiensi dan penurunan biaya penyelesaian pelaku pasar modal secara jangka panjang. Kemudian diharapkan dapat meningkatkan likuiditas karena penyelesaian transaksi yang lebih cepat, efek yang telah dibeli oleh investor dapat dijual kembali dalam waktu yang lebih singkat.

"Sehingga pasar pun menjadi lebih likuid," imbuhnya.

Selain itu, manfaat T+2 yakni untuk penyelarasan waktu penyelesaian dengan bursa global. Saat ini berbagai bursa di kawasan Eropa, Asia Pasifik Australia, New Zealand, Arab Saudi, AS dan Kanada sudah menerapkan T+2.

Kemudian, T+2 juga membuat perputaran dan pemanfaat dana juga menjadi lebih cepat. Sama halnya dengan efek, penjual akan menerima dana dan merealisasi gain 1 hari lebih cepat serta mempermudah investor untuk melakukan 'switching' ke instrumen investasi lainnya.

Baca Juga: Masih Ada 1 Anggota Bursa Belum Siap Terapkan Transaksi Saham T+2

Terakhir, implementasi T+2 juga berpotensi menurunkan risiko counterparty dan pasar. Pasalnya dengan percepatan siklus penyelesaian maka akan membantu memitigasi risiko pasar dengan mengurai exposure antara pihak yang bertransaksi, lembaga kliring dan penjaminan.

“Ini praktek yang paling terbaik makanya kami ikuti dan di kawasan setelah Thailand, kita yang kedua. Jadi kita juga akan jadi contoh di kawasan,” pungkasnya.

 

(Feb)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini