nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

66 Tahun Kalla Grup, Ekspansi ke Bisnis Energi Terbarukan

Feby Novalius, Jurnalis · Jum'at 09 November 2018 16:15 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 11 09 320 1975621 66-tahun-kalla-grup-ekspansi-ke-bisnis-energi-terbarukan-apG7NgvQaR.jpg Foto: Grup Hadji Kalla

MAKASAR - Grup Hadji Kalla (GHK) ekspansif ke sektor energi listrik dan energi terbarukan, selain tetap mempertahankan market share perdagangan otomotif di timur Indonesia dan masih memberikan kontribusi pendapatan terbesar ke perusahaan.

"Kami bersyukur mampu bertahan hingga tiga generasi. Usia 66 tahun sudah bukan lagi usia muda. Persaingan bisnis di luar semakin ketat, di tengah situasi ekonomi global dan ancaman perang dagang AS & China. Tetapi kami tetap optimis dapat menjaga market share di timur Indonesia," kata CEO Grup Hadji Kalla Solihin Kalla dalam keterangan tertulisnya, Jumat (9/11/2018).

Solihin menjelaskan hingga saat ini, sektor otomotif masih menjadi kontributor bisnis terbesar bagi GHK. Ada tiga perusahaan kami yang bergerak di bidang otomotif: yaitu PT Hadji Kalla, PT Kars Inti Amanah dan PT Bumi Jasa Utama. Selain itu, Kalla juga memiliki Nipah Mall yang merupakan shopping dan office building terbesar di kawasan timur Indonesia.

"Khusus Kalla Toyota misalnya, penguasaan market share di wilayah Sulsel, Sultra, Sulbar dan Sulteng hingga saat ini diatas 30%," ujarnya.

Baca Juga: Upaya Pemerintah Ciptakan Energi Bersih dan Berkelanjutan Tanpa Batu Bara

Dia mengatakan, untuk ukuran perusahaan keluarga, tentu saja pencapaian ini merupakan prestasi yang harus kita jaga. Dengan 66 tahun usia GHK tahun ini, membuktikan bahwa perusahaan keluarga, khususnya di Indonesia, bisa juga mampu bertahan hingga generasi ke-3 karena dijalankan dengan profesional.

"Kami percaya visi dan misi yang ditanamkan oleh founding fathers punya nilai yang tinggi, dan kami terus menjaganya hingga sekarang. Selain itu, keluarga bisa menjadi sumber kekuatan, inspirasi sekaligus pendukung terbesar dalam menjalankan sebuah bisnis," tambahnya.

Baca Juga: 34 Provinsi Sepakat Bangun Pembangkit Energi Terbarukan

Solihin menegaskan, meski sebagian besar dari direksi masih memiliki hubungan keluarga, namun kami tetap menjalankan bisnis ini dengan profesional.

"Sebagai generasi ketiga, kami harus memisahkan ego kami sebagai seorang anggota keluarga dengan profesional. Dengan komitmen ini, selain hubungan keluarga tetap terjalin baik, hubungan kerja secara profesional juga tetap bisa kami jalankan dalam mengembangkan bisnis," tuturnya.

Saat ini ada sekitar 14 perusahaan di bawah naungan GHK yang bergerak di tujuh sektor industri otomotif, transportasi, logistik, konstruksi, manufaktur, properti, dan energi.

(Feb)

Kembangkan Sektor Energi Baru 

Dalam beberapa tahun ke depan, Solihin memperkirakan bisnis otomotif masih terus memberikan kontribusi positif bagi perusahaan. Namun ke depan, katanya, GHK akan mulai mengubah fokus bisnisnya ke divisi energi baru terbarukan (PLTA), mengingat kebutuhan energi khususnya listrik di Indonesia bagian timur masih akan terus meningkat.

Pemerintah terus mengembangkan sektor energi mengingat kebutuhan yang terus meningkat, namun pemerataan belum sepenuhnya teratasi. Kami menilai, peluang ini harus kami manfaatkan dengan baik. Sebelumnya, kami sudah merampungkan sekaligus mengoperasikan Proyek Poso 2. Saat ini kami sedang merampungkan Proyek Poso 1, yang ditargetkan bisa beroperasi tahun 2018, serta akan mengerjakan proyek Poso 3 yang ditargetkan rampung di 2022 dan menghasilkan lebih kurang 1000 MW

"Kami sangat menyadari, bisnis energi memerlukan waktu lama untuk balik modal. Namun kami sangat yakin, jika sektor energi baru terbarukan bisa menjadi andalan pendapatan GHK ke depan. Sektor ini juga sejalan dengan program pemerintah terkait 35.000 MW," ujar Solihin

Selain untuk kepentingan perusahaan, bisnis energi juga menyangkut misi sosial, agar masyarakat yang selama ini belum menikmati listrik, bisa merasakannya, sehingga rasio elektrifikasipun bisa meningkat.

1 / 2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini