nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ekspor Perternakan RI Tembus Rp30 Triliun, Ini Rinciannya

Taufik Fajar, Jurnalis · Senin 12 November 2018 15:58 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 11 12 320 1976733 ekspor-perternakan-ri-tembus-rp30-triliun-ini-rinciannya-JOMKpdWZgY.jpg Ilustrasi: Foto Okezone

JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan sedang melakukan kebijakan terkait mewujudkan Indonesia menjadi lumbung pangan di dunia pada Tahun 2045.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan I Ketut Diarmita mengatakan, terkait Indonesia menjadi lumbung pangan di dunia pada 2045 itu, saat ini sedikit demi sedikit telah dapat dibuktikan, di mana capaian ekspor sektor peternakan di Indonesia cukup fantastis.

"Jadi, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pencapaian nilai ekspor komoditas sektor peternakan tahun 2017 mengalami peningkatan sebesar 14,85% dibandingkan tahun 2016. Nilai ekspor USD623,9 juta atau setara dengan Rp8,5 triliun yang telah diraih pada tahun 2017 diharapkan mampu bertambah secara signifikan baik dari nilai maupun volume ekspor," ujarnya di Jakarta, Senin (12/11/2018).

Baca Juga: Sektor Peternakan Tak Boleh Abaikan Teknologi

Dia menjelaskan, berdasarkan data realisasi rekomendasi ekspor Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, capaian ekspor peternakan dan kesehatan hewan pada 3,5 tahun terakhir atau dari 2015-2018 semseter I mencapai Rp30,15 triliun.

"Kontribusi ekspor terbesar pada kelompok obat hewan yang mencapai Rp21,58 triliun ke 87 negara tujuan ekspor. Selanjutnya ekspor babi ke Singapura sebesar Rp3,05 triliun, Susu dan olahannya sebesar Rp2,32 triliun ke 31 negara, bahan pakan ternak asal tumbuhan sebanyak Rp2,04 triliun ke 14 negara, produki hewan non pangan, telur ayam tetas, daging dan produk olahannya, pakan ternak, kambing atau domba, DOC dan semen beku," jelasnya.

Dia menuturkan untuk peluang perluasan pasar untuk komoditas peternakan di pasar global masih sangat terbuka luas. Adanya permintaan dari negara di daerah Timur Tengah dan negara lain di kawasan Asia sangat berpotensi untuk dilakukan penjajakan.

"Keunggulan halal dari kita juga dapat menjadi daya tarik tersendiri untuk ekspor produk peternakan ke wilayah tersebut dan negara muslim lainnya," tuturnya.

 Baca Juga: Indonesia Perluas Ekspor Ternak ke Timur Tengah

Dia menambahkan, pada saat ini masalah kesehatan hewan dan keamanan produk hewan menjadi isu penting dalam perdagangan internasional dan seringkali menjadi hambatan dalam menembus pasar global. Untuk memanfaatkan peluang ekspor, perlu adanya dukungan dari seluruh stakeholder terkait, terutama dalam penerapan standar-standar internasional mulai dari hulu ke hilir untuk peningkatan nilai tambah dan daya saing.

"Status kesehatan hewan menjadi kunci utama untuk membuka peluang ekspor ke negara lain. Kami melalui berbagai kesempatan internasional maupun regional, Indonesia secara konsisten memberikan informasi terkait jaminan kesehatan hewan dan keamanan pangan untuk produk yang akan di ekspor guna menembus dan memperlancar hambatan atau barier lalulintas perdagangan.

Baca Juga: Peternakan Jadi Kunci Penting Perekonomian Indonesia, Ini Penjelasannya

Terkait Ekspor Obat Hewan, lanjut dia, saat ini sudah ada 54 produsen yang memiliki sertifikat Cara Pembuatan Obat Hewan Yang Baik (CPOHB) dan 21 produsen masih proses sertifikasi.

"Sedangkan untuk meningkatkan ekspor pakan ternak, saat ini sudah ada 52 pabrik pakan yang telah memiliki sertifikat Cara Pembuatan Ternak yang Baik (CPPB)," pungkasnya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini