nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tol Trans Jawa Tersambung, Jakarta-Surabaya Hanya 10 Jam

Koran SINDO, Jurnalis · Selasa 13 November 2018 10:41 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 11 13 320 1977042 tol-trans-jawa-tersambung-jakarta-surabaya-hanya-10-jam-iXlpODfvJm.jpg Ilustrasi: Foto Setkab

BATANGTol Trans Jawa selangkah lagi terhubung sepenuhnya. Bila keseluruhan proyek tersebut rampung, waktu perjalanan dari Jawa bagian barat ke wilayah Jawa Timur akan terpangkas signifikan.

Dari Jakarta - Surabaya, misalnya, bila melalui jalan raya nasional harus memakan waktu hingga 20 jam, maka melalui tol yang sudah terkoneksi bisa ditempuh selama 15 jam, bahkan bisa hanya 10 - 12 jam.

Saat ini pemerintah tengah mengebut pembangunan tol Trans Jawa. Pada Jumat lalu (9/11), Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah meresmikan ruas tol Pejagan - Pemalang seksi 3 dan 4 dari arah Brebes Timur hingga Pemalang sepanjang 42,7 km.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menargetkan akhir 2018 seluruh ruas jalan tol Trans Jawa akan beroperasi dari Merak hingga Surabaya sepanjang 870 km.

Baca Juga: Menteri Rini Ekspedisi Tembus Tol Trans Jawa 747,5 Km Selama 18 Jam

Total tol yang beroperasi saat ini sepanjang 640 km. Sisanya sepanjang 230 km yang terbagi menjadi lima ruas akan beroperasi bertahap hingga akhir tahun 2018. Kelima ruas tol tersebut yakni ruas tol Sragen - Ngawi sepanjang 51 km pada minggu ke 2 November 2018, Pemalang - Batang sepanjang 33 km, Batang - Semarang sepanjang 75 km, Salatiga - Solo sepanjang 32 km, Wilangan - Kertosono sepanjang 39 km yang semuanya paling lambat beroperasi pada pekan ke-2 Desember 2018.

Adapun tol Surabaya hingga Banyuwangi sepanjang 280 km saat ini telah beroperasi sepanjang 43 km. Diharapkan tahun 2018 akan bertambah sepanjang 52 km dan sisanya 185 km ditargetkan rampung secara bertahap.

“Idealnya Jakarta - Surabaya 10 sampai dengan 12 jam. Dari Jakarta sampai Kota Surabaya sekitar 800 km, kalau dipacu dengan kecepatan 100 km per jam saja mungkin hanya 8 jam. Tapi kan tetap perlu beristirahat pengendaranya agar safety, jadi ya bisa 10 sampai 12 jam lah paling lama,” ujar Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk Desi Arryani di Batang.

 Baca Juga: Tarif Tol Jakarta-Surabaya Rp351.500, Ini Perhitungannya!

Untuk memastikan terpenuhinya target tersebut, pembangunan sejumlah ruas tol saat ini terus dikebut. Untuk tol Semarang - Batang, misalnya, saat ini sudah mencapai 96,74%. Walaupun masih ada sejumlah bagian lahan yang belum bisa dibebaskan, Direktur Utama PT Jasamarga Semarang Batang (JSB), Arie Irianto optimistis pada akhir November ini tol Semarang - Batang sudah selesai.

“Sehingga awal Desember diharapkan bisa dilakukan uji kelaikan. Yang diuji tidak bangunan saja, namun juga persiapan dalam hal administrasi dan lainnya,” kata Arie.

Setelah dinyatakan layak, selanjutnya tol Semarang - Batang akan diresmikan presiden. Jika tidak ada aral, peresmian rencana akan dilakukan pada 20 Desember.”Totalnya lahan yang sudah terbebaskan pada Penlok 2 (Penentuan lahan tahap dua) yang berada di jalur operasional sudah 96,12%, khususnya di Semarang masih ada yang belum,” sebutnya.

Untuk memastikan terpenuhinya target penyelesaian jalan Tol Trans Jawa, kemarin Menteri BUMN Rini Soemarno melakukan ekspedisi Tol Trans Jawa.

Baca Juga: Tol Trans Jawa Beroperasi Akhir 2018, Ini Persiapannya

Ekspedisi menempuh rute Surabaya sampai dengan Telkom Landmark Tower yang berada di Jalan Jenderal Gatot Subroto, Jakarta Selatan, sebagai lokasi finis.

Perjalanan sepanjang kurang lebih 800 kilometer ini diperkirakan akan memakan waktu sekitar 16 jam dengan meninjau sejumlah titik dan beristirahat.

Penyelenggaraan Ekspedisi Tol Trans Jawa ini merupakan inisiasi Kementerian BUMN bekerja sama dengan sejumlah BUMN seperti Jasa Marga, Waskita Karya, Adhi Karya, Wijaya Karya, PTPP, BNI, Mandiri, BRI, BTN, Pertamina, Telkom, PNM, dan PTPN Holding. Selain itu, kegiatan ini juga didukung oleh PT Astra International Tbk.

Sebelumnya Kementerian BUMN juga telah melaksanakan Ekspedisi Tembus Tol Trans Sumatera Akhir Agustus lalu. Salah satu titik yang ditinjau adalah pembangunan Jembatan Kalikuto yang menjadi penghubung antara dua kabupaten, yaitu Batang dan Kendal.

Seperti diketahui, jembatan yang jadi ikon baru pada tol Batang - Semarang tersebut telah di rancang tidak hanya kuat secara struktur, tetapi juga estetika dan artistik. Jembatan yang di fungsional kan pada musim mudik Lebaran 2018 ini telah dilakukan uji beban dengan menempatkan puluhan truk di atas Kalikuto akhir pekan kemarin.

Selain Jembatan Kalikuto, titik lain yang menjadi perhatian adalah Jembatan Kali Kenteng dan Rest Area yang terletak di Km 360 B dan Km 260 B.

Baca Juga: Fakta-Fakta Tol Merak-Surabaya Tersambung Sebulan Lagi

Menteri Rini membeberkan, pihaknya sengaja melewatinya agar bisa langsung melihat bagaimana perkembangannya.

“Harapannya, supaya nanti Desember bisa selesai dan bisa diresmikan oleh Presiden Jokowi. Dengan begitu, masyarakat bisa cepat merasakan menggunakan tol tahun depan,” ujar Rini kemarin.

Dia pun berharap tol Trans Jawa bisa segera terkoneksi seperti diharapkan. Tol Trans Jawa adalah jalur yang dinantikan lebih dari 20 tahun, karena memang sudah dicanangkan sejak lama. "Tol Trans Jawa dari Merak sampai Surabaya harus bisa diresmikan pada Desember 2018, hingga kemudian tersambung sampai dengan Banyuwangi,” ungkapnya.

Sementara itu PT Astra International Tbk mengungkapkan rasa bangganya bisa berpartisipasi mewujudkan tol Trans Jawa. “Partisipasi Astra dalam Ekspedisi Tembus Tol Trans Jawa 2018 ini merupakan kontribusi nyata dalam mewujudkan tol Trans Jawa. Partisipasi ini sejalan dengan cita-cita Astra untuk sejahtera bersama bangsa,” ujar Chief of Corporate Communications, Social, Responsibility and Security PT Astra International Tbk Pongki Pamungkas.

Baca Juga: Jalan Tol Merak hingga Pasuruan 920 Km Ditargetkan Bisa Digunakan Akhir 2018

Diketahui, Astra International memiliki beberapa ruas tol Trans Jawa dengan total portofolio jalan tol total mencapai 353 km. Dari jumlah 269 km di antaranya sudah beroperasi atau mencapai 34% dari total jalan tol nasional yang telah beroperasi sepanjang 780 km.

Beberapa ruas tol yang dioperasikan Astra adalah Tangerang - Merak, Jombang - Mojokerto, Cikopo - Palimanan, Semarang - Solo, Kunciran - Serpong, dan Serpong - Balaraja yang masih dalam pengembangan.

Lahan Khusus UMKM di 30 Area

PT Jasa Marga (persero) Tbk melalui kelompok usahanya PT Jasamarga Properti (JMP), menargetkan untuk mengelola 30 tempat istirahat dan pelayanan (TIP) atau lebih dikenal dengan rest area yang menyediakan lahan khusus bagi para pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM).

Hal ini guna mewujudkan keberadaan jalan tol yang juga turut mendorong peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat sekitar.

“Sesuai aturan yang berlaku maka Jasa Marga akan menyiapkan 30% area komersial di rest area untuk UMKM. Dan, itu memang diutamakan bagi warga sekitar. Hal itu bertujuan untuk memacu roda perekonomian masyarakat setempat,” ujar Rini saat meninjau Rest Area 597 B.

Direktur Operasi I PT Jasa Marga Mohammad Sofyan memaparkan bahwa 30 TIP yang menyediakan lahan khusus bagi UMKM tersebut akan tersebar di sejumlah jalan tol yang dikelola oleh Jasa Marga maupun kelompok usahanya.

“Jalan tol dimaksud adalah jalan tol Purbaleunyi, Palikanci, Batang - Semarang, Semarang - Solo, Solo - Ngawi, Ngawi - Kertosono, Surabaya - Mojokerto, Pandaan - Malang, Gempol - Pasuruan, Medan – Kualanamu - Tebing Tinggi, Balikpapan - Samarinda, dan Manado - Bitung,” ujar Sofyan.

Sesuai dengan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) No. 10/PRT/M/2018 tentang Tempat istirahat dan Pelayanan pada Jalan Tol bahwa untuk di tip yang jalan tolnya telah beroperasi disediakan lahan untuk UMKM dan koperasi sebanyak 20%, sedangkan untuk tol baru sebesar 30%.

PT JMP sendiri telah mengalokasikan komposisi tenant melalui desain sesuai yang dipersyaratkan Peraturan Menteri PUPR tersebut. Jasa Marga terus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di sekitar jalan tol dengan memaksimalkan TIP sebagai tempat untuk mengembangkan UMKM rintisannya.

“Untuk TIP yang secara khusus berkonsep UMKM sedang dibangun di KM 360B jalan tol Batang - Semarang. TIP yang merupakan joint venture PT PP, PT PP Properti, PT JMP, dan PTPN IX tersebut memiliki alokasi tenant hingga 70% untuk UMKM,” tambah Sofyan.

Para pelaku UMKM yang telah menempati TIP yang dikelola oleh PT JMP bergerak di berbagai sektor, seperti kuliner, kerajinan hingga oleh-oleh. Keberadaan UMKM di TIP jalan tol merupakan arahan langsung dari Presiden Joko Widodo yang menginginkan agar ada tempat khusus bagi UMKM.

Oleh sebab itu, diperlukan sinergi antara Kementerian BUMN, Kementerian PUPR, Badan Usaha Jalan Tol (BUJT), pemda setempat untuk mengelola dan mengembangkannya. (Ahmad Antoni/Lukman Hakim)

1 / 3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini