nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Begini Perkembangan Reaktor Daya Eksperimental Batan di Tangsel

Hambali, Jurnalis · Minggu 18 November 2018 13:35 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 11 18 320 1979435 begini-perkembangan-reaktor-daya-eksperimental-batan-di-tangsel-c8f4ilQ5Fs.jpg Rencana Pembangunan Reaktor Atom Eksperimental Batan (Foto: Okezone)

TANGERANG SELATAN - Badan Tenaga Atom Nasional (Batan) tengah bersiap membangun fasilitas Reaktor Daya Eksperimental (RDE) di kawasan Puspiptek, Serpong, Tangerang Selatan (Tangsel).

RDE itu akan mulai dibangun pada tahun 2020 mendatang. Saat ini, Batan masih menunggu pembuatan Detail Engineering Design (DED) dan rampungnya proses perizinan dari Kementerian terkait.

Baca Juga: Batan Targetkan Peningkatan PNBP Hingga 30%

Proses pembangunan RDE telah memasuki pembuatan DED tahap awal, dimana direncanakan tahun 2018 ini selesai. Selanjutnya pada tahun 2019, DED tahap akhir diperkirakan tuntas dan memasuki tahap perizinan kontruksi dari Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten).

"Jadi izin tapaknya akan selesai tahun 2021. Sehingga kita mengejar waktu meyakinkan pemerintah sebelum tahun 2021," terang Kepala Batan Djarot Sulistio Wisnubroto usai memaparkan progres rencana pembangunan RDE di Gedung 80, Puspiptek, Setu, Tangerang Selatan (Tangsel), Sabtu (17/11/2018).

Batan melalui Pusat Teknologi Keselamatan Reaktor Nuklir (PTKRN) telah melakukan kajian keselamatan dan teknologi reaktor. Reaktor generasi IV dipilih dengan alasan mempunyai teknologi keselamatan yang tinggi dibandingkan dengan generasi sebelumnya.

"RDE merupakan reaktor daya yang berkapasitas 10MWt atau setara dengan 3 Mwe, selain menghasilkan listrik juga akan difungsikan untuk proses desalinasi atau mengubah air laut menjadi air tawar, produksi hidrogen, dan proses pencairan batubara," jelas Djarot.

Dalam pengerjaannya, Batan menggandeng sejumlah lembaga lain seperti Kemenristekdikti, BPPT, ITB, IPB, Universitas Indonesia, serta Universitas Pertamina.

Kepala PTKRN, Geni Rina Sunaryo, mengatakan, selain detail desain RDE, ada lima produk lainnya yang terkait dengan pengoperasian reaktor nuklir, yaitu Smart Management Asset Database Reaktor Serba Guna, Simulator RDE, Online monitoring proses produksi radioisotop, Alat pemantau kesehatan rotary machine, Sistem informasi pengelolaan publikasi, dan Dokumen detail desain RDE.

Baca Juga: Tunjangan Kinerja Pegawai Badan Pengawas Tenaga Nuklir Capai Rp26,3 Juta

"Semua terkait dengan bagaimana mengoperasikan reaktor nuklir yang aman baik reaktor riset, Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir atau PLTN komersial maupun RDE kedepan," ucap Geni di lokasi yang sama.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini