nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Batan Targetkan Peningkatan PNBP Hingga 30%

ant, Jurnalis · Kamis 05 April 2018 18:11 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 04 05 320 1882657 batan-targetkan-peningkatan-pnbp-hingga-30-ulVCylvGgN.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) targetkan peningkatan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) hingga 30% pada 2019.

Kepala Batan Djarot Sulistio Wisnubroto mengatakan, ada beberapa upaya yang dilakukan Batan untuk meningkatkan PNBP salah satunya meningkatkan jumlah pelanggan.

"Kami ingin menunjukkan kepada pemerintah hasil riset dari Batan digunakan oleh masyarakat bahwa kami juga dapat menghasilkan PNBP tidak hanya minta-minta saja," ucap Djarot pada acara temu pelanggan di Pusat Teknologi Keselamatan dan Metrologi Radiasi, Kamis (5/4/2018).

Baca Juga: Sri Mulyani Minta Tarif PNBP 0% bagi Masyarakat Tak Mampu

Dia mengatakan PNBP dari Batan pada 2017 baru sebesar Rp23 miliar dari total anggaran untuk Batan sebesar Rp898 miliar. Saat ini jumlah pelanggan Batan adalah sekitar 5.000 perusahaan, agar jumlah pelanggan semakin meningkat maka Batan berupaya memperluas dan meningkatkan layanan mereka.

Menurut Djarot jika Batan dapat meningkatkan PNBP maka hilirisasi pendayagunaan teknik nuklir berhasil digunakan oleh masyarakat, sehingga ke depan jika ingin mengembangkan PLTN akan lebih mudah.

Djarot mengatakan untuk meningkatkan jumlah pelanggan tidak mudah karena saat ini ada beberapa pihak swasta yang dapat memberikan layanan serupa Batan kepada masyarakat.

"Saat ini Batan kompetitor yang sebenarnya punya nilai positif bahwa nuklir dapat dilakukan oleh pihak lain selain Batan. Namun, ini juga tantangan baru untuk Batan, kami harus lebih baik lagi dalam memberikan layanan," tutur Djarot.

Baca Juga: PNBP Sektor ESDM Dipatok Rp120,3 Triliun di 2018

Dia mengatakan salah satu unit yang banyak menghasilkan PNBP adalah PTKMR (Pusat Teknologi Keselamatan dan Meteorologi Radiasi) yaitu sebesar Rp7 miliar. Beberapa layanan yang diberikan oleh PTKMR adalah pengelolaan limbah radioaktif, layanan jaminan mutu nuklir dan lainnya.

Unit lain yang menghasilkan PNBP cukup besar adalah Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi sebesar Rp3,5 miliar kemudian Pusdiklat sebesar Rp4 miliar dan Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir sebesar Rp2 miliar. Selain itu, Batan juga mengubah tarif layanan untuk meningkatkan PNBP, saat ini Batan tengah melakukan uji coba ke publik.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini