Menaker: Kerja Tak Boleh Biasa-Biasa Saja

Giri Hartomo, Jurnalis · Senin 19 November 2018 14:01 WIB
https: img.okezone.com content 2018 11 19 320 1979789 menaker-kerja-tak-boleh-biasa-biasa-saja-FjVbYVyDdt.jpg Foto: Giri Hartomo

JAKARTA - Pemerintah menggalakkan program revolusi industri 4.0. Namun, revolusi industri digital 4.0 yang dicanangkan oleh pemerintah ternyata ditanggapi dengan pesimis oleh sebagian orang.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri mengatakan, dirinya lebih memilih menanggapi revolusi industri 4.0 dengan optimis. Karena menurutnya revolusi industri digital ini jika dimanfaatkan dengan sangat baik bisa berdampak sangat baik

"Saya akan mengajak melihat masa depan dari sudut pandang lebih positif, optimis," ujarnya dalam sebuah seminar di Jakarta, Senin (19/11/2018).

 Baca Juga: Mudahkan Pencari Kerja, SMK dan Industri Diminta Lakukan Ini

Namun lanjut Hanif, optimisme tersebut harus disertai oleh kerja keras. Selain itu, perlu dilakukan juga dilakukan inovasi dan langkah terobosan dari semua pihak.

"Tentu untuk bisa memastikan masa depan baik tidak bisa bekerja leha-leha dan kerja biasa saja. Tapi hari ada langkah terobosan," ucapnya.

 Baca Juga: Daftar Gaji Karyawan 2018 dari yang Paling Kecil hingga Terbesar

Khusus untuk tenaga kerja, Hanif menyebut diperlukan untuk penambahan jumlah pekerja terampil. Oleh karena itu, pihaknya menyiapkan pendidikan dan pelatihan vokasi untuk menggenjot produktivitas pekerja Indonesia.

Menurut Hanif, para tenaga kerja Indonesia perlu meningkatkan produktivitas agar mampu berdaya saing. Sebab jika dibiarkan, maka akan tergerus oleh teknologi atau bahkan oleh robot .

"Tantangan kita ke depan ini selain harus menambah jumlah pekerja terampil pendidikan dan pelatihan vokasi juga perlu terus digenjot agar produktivitas dari tenaga kerja menjadi lebih baik," jelasnya.

 Baca Juga: Tingkatkan Kualitas SDM, Pemerintah Latih 2.000 Mentor untuk Program Pemagangan

Selain dari tenaga kerjanya itu sendiri, partisipasi dunia usaha dalam investasi sumber daya manusia juga penting. Sebab, pelaku industri itu sendiri lah yang mengetahui bagiamana kondisi para pekerjanya.

"Kita peduli pada pembangunan sumber daya manusia masa sekarang hingga ke depan sehingga keterlibatan banyak pihak termasuk pihak swasta baik dalam maupun dari luar negeri untuk investasi sumber daya manusia di Indonesia itu juga kita beri ruang," jelas Hanif.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini