nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Impor BBM Bakal Tembus 1 Juta Barel jika Mobil Listrik Tak Dikebut

Giri Hartomo, Jurnalis · Kamis 29 November 2018 17:30 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 11 29 320 1984637 impor-bbm-bakal-tembus-1-juta-barel-jika-mobil-listrik-tak-dikebut-Ct0TH5tkcR.jpg Ilustrasi: Foto Shutterstock

JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mendorong penggunaan mobil listrik di dalam negeri. Selain untuk menghemat penggunan energi minyak, mobil listrik juga bertujuan untuk menekan angka impor minyak mentah Indonesia untuk Bahan Bakar Minyak (BBM).

Menteri ESDM Ignasius Jonan mengatakan, saat ini produksi minyak Indonesia hanya sebesar 775.000 barel per hari. Jumlah tersebut tidak sebanding dengan konsumsi BBM dalam negeri yang terus meningkat setiap tahunnya.

Sebagai gambaran, konsumsi BBM Indonesia sendiri saat ini sudah mencapai 1,3 juta barel per harinya. Artinya masih ada selisih kurang lebih 600 ribu barel per harinya.

Baca Juga: Menteri Jonan: Gaji Menteri Enggak Cukup Beli Mobil Listrik

Adapun rinciannya sebesar 400 ribu barel per hari merupakan impor produk BBM jadi. Sedangkan sisanya merupakan impor minyak mentah yang nantinya akan dikelola di kilang untuk jadi BBM.

Jonan menambahkan, jika dibiarkan maka angka impor Indonesia bisa terus bertambah. Bahkan dirinya memperkirakan angka impor BBM Indonesia akan meningkat menjadi 1 juta barel per hari di tahun 2025.

"Kalau mobil listrik tidak jalan saya kira impor (produk) BBM bisa jadi dua kali lipat atau hampir 1 juta di 2025 atau 2030 paling lama," ujarnya dalam acara Pertamina Energy Forum (PEF) di Hotel Raffles, Jakarta, Kamis (29/11/2018).

 Baca Juga: Presiden Jokowi Pertanyakan Realisasi Pembangunan Kilang Minyak

Hal tersebut bukannya tanpa alasan, sebab Jonan menyebut saat ini penemuan ladang minnyak baru sangat sulit sekali ditemukan. Berdasarkan perhitungannya, hanya ada 10 lapangan minyak baru saja yang ditemukan di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir.

"Terakhir ditemukan 15 tahun yang lalu adalah sumber minyak di Banyu Urip yang dikelola oleh Exxon, kita di (Blok) Cepu. Yang Lainnya enggak ada," jelasnya.

Oleh karena itu, dirinya mengaku sangat mendorong penggunaan kendaraan listrik (motor dan mobil listrik). Pasalnya, listrik yang dihasilkan di Indonesa memliki bahan mentah yang cukup besar di Indonesia.

 Baca Juga: Tunggu Perpres, Fast Charging Disiapkan untuk Mobil Listrik

Belum lagi beberapa penemuan-penemuan baru Pembangkit Listrik melalu energi terbarukan. Sebut saja Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), hingga Pembangkit Listirk Tenaga Gas (PLTG) yang masih bisa digarap untuk memenuhi kebutuhan kendaraan listrik.

Selain itu, khusus untuk mengurangi impor gas, Jonan juga mendorong adanya Coal to Dimethyl Ether (DME) atau gasifikasi batubara. Diharapkan produk DME ini diharapkan dapat menjadi pengganti elpiji dalam kehidupan sehari-hari.

"Jadi Ini tantangan, ada dua satu Coal to DME, kedua adalah mobil listrik," ucap Jonan.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini