nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Presiden Jokowi dan Sri Mulyani Kompak Prediksi Inflasi 3,2%

Giri Hartomo, Jurnalis · Senin 03 Desember 2018 12:58 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 12 03 20 1986055 presiden-jokowi-dan-sri-mulyani-kompak-prediksi-inflasi-3-2-tayV5AzNYe.jpg Foto: Giri Hartomo

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memprediksi angka inflasi Indonesia hingga akhir tahun masih tetap stabil di kisaran 3%. Bahkan dirinya menyebut jika angka inflasi Indonesia hingga akhir tahun masih berada di bawah target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

"Inflasi kita juga akhir tahun ini perekiraaan kita 3,2%," ujarnya dalam acara CEO Network di Hotel Ritz Carlton SCBD, Jakarta, Senin (3/12/2018).

Baca Juga: Menko Darmin Pede Inflasi 2018 Bisa di Bawah 3%

Sementara itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati juga mengamini hal tersebut. Menurutnya, jika melihat kondisi saat ini baik yang ada di dalam negeri maupun global, inflasi secara keseluruhan hingga akhir tahun adalah diperkirakan sebesar 3,2%.

"Sampai akhir tahun, inflasi menurut saya masih seperti yang disampaikan Presiden tadi di 3,2%," kata Sri Mulyani.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu mengatakan, meskipun cukup tinggi menurutnya angka tersebut masih lebih rendah dari target yang tercantum pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Adapun target inflasi dalam APBN 2018 adalah 3,5% plus minus 1%.

"Saya rasa kalau inflasi masih dalam range APBN kita anggap itu baik. Apalagi ini masih dibawah 3,5%," ujarnya.

Baca Juga: Biang Kerok Inflasi November, dari Tiket Pesawat hingga BBM Non Subsidi

Menurut Sri Mulyani, angka inflasi sebesar 3,2% itu juga menunjukkan bahwa Indonesia bisa tetap menjaga inflasi agar bisa stabil. Apalagi selama empat tahun terkahir, pemerintah berhasil menjaga inflasi agar bisa tetapi di kisaran 3%.

"Artinya Indonesia dari sisi track record terhadap stabilitas harga-harga ini sekarang sudah semakin solid. Karena ini selama 4 tahun berturut, turu kita memiliki inflasi yang di sekitar 3%," jelasnya.

Apalagi menurut Sri Mulyani, stabilnya angka inflasi ini bisa dipertahankan dalam kondisi perekonomian global yang tidak stabil. Sebab belakangan, terjadi gejolak terhadap harga minyak dan juga naik turun nilai tukar mata uang.

"Di tengah gejolak harga minyak dunia dan kurs yang naik turun, ini semua menunjukkan kemampuan Indonesia dalam menjaga stabilitas harga-harga," kata Sri Mulyani.

Baca Juga: Inflasi November 0,27%, Sri Mulyani: Kita Berhasil Jaga Stabilitas Harga

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu juga mengatakan keberhasilan pemerintah menjaga agar inflasi tetap stabil tidak terlepas dari kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah. Baik itu kebijakan moneter dari sektor riil, pengadaan barang hingga jasa.

"Ini adalah salah satu bentuk kredibilitas dari kebijakan moneter yang cukup baik dan juga dari sektor riil pengadaan barang-barang dan jasa yang bisa jaga stabilitas," jelasnya

Sebagai informasi, Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data inflasi pada November 2018 sebesar 0,27% (month to month/mtm). Angka ini lebih terkendali dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 0,28%.

Adapun infasi tahun kalender Januari hingga November 2018 adalah sebesar 2,50% 9year to date/ytd). Sementara inflasi tahunan November 2018 sebesar 3,23% (year on year/yoy).

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini