nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Punya Sertifikat Tanah, Jangan Digadai untuk Kebutuhan Konsumtif!

Rikhza Hasan, Jurnalis · Jum'at 07 Desember 2018 10:07 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 12 07 470 1987989 punya-sertifikat-tanah-jangan-digadai-untuk-kebutuhan-konsumtif-zpDTZBWCu0.jpg Ilustrasi: Foto Okezone

JAKARTA - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertahanan Nasional (ATR/BPN) Sofyan Djalil telah menyerahkan langsung 2.000 sertifikat tanah kepada 14 perwakilan penerima di Lombok Barat.

Sedangkan di Lombok Utara, Dia menyerahkan 500 sertifikat kepada 10 perwakilan penerima sertifikat.

Pada 2021, Kementerian ATR/BPN menargetkan seluruh bidang tanah di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) akan terdaftar.

 Baca Juga: 5.000 Sertifikat Tanah untuk Warga Jakarta Timur

Penyerahan sertifikta tersebut merupakan komitmen pemerintah untuk memberikan kepastian hukum hak atas tanah kepada rakyat.

Dia menambahkan, sertifikat tersebut dapat dijadikan jaminan untuk memperoleh modal dengan memanfaatkan Kredit Usaha Rakyat dengan bunga sebesar 7% per tahun.

“Dengan pinjam ke KUR, pinjaman Rp10 juta bunganya hanya Rp80 ribu setiap bulannya,” papar Sofyan dikutip dari instagram Kementerian ATR/BPN, Jakarta, Jumat (7/12/2018).

 Baca Juga: Dibutuhkan Teknologi Alat Ukur demi Sertifikasi 75 Juta Bidang Tanah

Asal tahu saja, Sofyan mengimbau masyarakat jika ingin melakukan peminjaman kepada bank, sebaiknya tidak untuk kebutuhan konsumtif tetapi untuk usaha yang produktif.

“Jangan untuk kebutuhan konsumtif, Bapak/Ibu tidak bisa bayar cicilan, sertifikatnya hilang, tanah pun nanti dilelang oleh bank,” jelasnya.

Masyarakat menyambut baik dengan adanya penerimaan sertifikat ini.

“Dengan adanya sertifikat ini, bisa memperkuat hal atas kepemilikan tanah,” ujar Sumarjan, salah satu warga yang menerima sertifikat tanah.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini