JAKARTA - Proyek kereta cepat Jakarta Surabaya hingga saat ini masih belum menunjukkan tanda-tanda konstruksi. Padahal proyek ini sudah ditunggu-tunggu oleh masyarakat dan juga masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN).
Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Zulfikri mengatakan, memang hingga saat ini proses konstruksi belum bisa dimulai. Pasalnya, masih dalam tahap Feasibility Study (FS) oleh pihak Jepang selaku kontraktor.
Baca Juga: Menhub Tawar KA Cepat JKT-SBY Rp60 Triliun, JICA Kekeh Rp80 Triliun
Menurutnya, proses pembahasan kereta cepat ini memang agak sedikit memakan waktu. Oleh karenanya dalam hal kajiannya pun dibagi menjadi dua yakni FS dan Pra FS.
"Jakarta-Surabaya kan kita sekarang masih menunggu FS yang dilakukan Jepang. Kemarin kan Pra FS. Sekarang dia akan masuk ke FS," ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, Kamis (13/12/2018).
Baca Juga: Proyek Kereta Cepat Jakarta-Surabaya, Jadi Dibangun atau Tidak?
Zulfikri menambahkan, proses kajian sendiri tidak bisa dilakukan dengan terburu buru. Karena untuk melakukan kajian ini sendiri diperkirakan membutuhkan waktu kurang lebih satu tahun lamanya sebelum bisa lanjut ketahap selanjutnya.
"Mungkin dalam setahun FS, atau lebih," ucapnya.
Oleh karena itu lanjut Zulfikri, masyarakat diminta untuk bersabar menunggu kehadiran dari proyek kereta kencang ini. Karena pemerintah sendiri bersama Jepang tidak ingin jika proyek ini dikerjakan dengan asal-asalan.
Baca Juga: Apa Kabar Proyek Kereta Cepat Jakarta-Surabaya?
Apalagi menurutnya, proyek ini sendiri menelan biaya yang tidak sedikit. Diperkirakan, nilai proyek kereta cepat Jakarta Surabaya sendiri mencapai Rp60 triliun.
"Kita bicara Rp60 triliun loh, enggak bisa sebulan, dua bulan. Kan kita minta jangan lebih dari Rp60 triliun," jelasnya.
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.