JAKARTA - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi sudah melakukan pertemuan dengan Kedutaan Besar Jepang membahas biaya proyek kereta cepat Jakarta-Surabaya. Pasalnya, angka yang diminta Japan International Cooperation Agency (JICA) dinilai terlalu mahal.
"Saya sudah ketemu Dubes tapi belum final. Saya akan koreksi angkanya, Rupiahnya masih terlalu mahal. Kedua, lokal content-nya saya minta lebih tinggi," kata Budi di Stasiun Gambir, Jakarta, Kamis (7/6/2018).

(Ilustrasi: Shutterstock)
JICA meminta proyek ini dibiayai sebesar Rp80 triliun. Namun, Budi Karya meminta biaya proyek tersebut dapat ditekan menjadi Rp60 triliun sesuai dengan yang dianggarkan. Dengan demikian, selama masa cuti bersama Lebaran 2018 ini, dia akan melakukan beberapa pertemuan dengan pihak Jepang terkait kelanjutan proyek ini.
Baca Juga : Konstruksi Kereta Cepat Jakarta-Bandung Ditargetkan Rampung 25% Sampai Akhir 2018